BREAKINGNEWS

Kasus Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, BGN Sebut Masakan Dimasak Terlalu Dini

Kasus Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, BGN Sebut Masakan Dimasak Terlalu Dini
Kasus Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, BGN Sebut Masakan Dimasak Terlalu Dini

Jakarta, MI – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan sementara penyebab insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hasil investigasi awal mengarah pada proses memasak yang dilakukan terlalu lama sebelum makanan didistribusikan, selain adanya dugaan keterlibatan beberapa jenis bahan makanan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, tim investigasi menemukan indikasi bahwa menu yang terdiri atas daun singkong, bumbu rendang, dan sejumlah bahan lainnya dimasak sejak malam hari, kemudian baru disajikan kepada siswa keesokan paginya.

"Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain. Tapi sejauh ini investigasi kami menduga makanan dimasak jauh lebih awal," kata Sudaryono, Minggu (2/8/2026).

Menurut Sudaryono, dugaan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa sekolah lain yang menerima pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama tidak mengalami kejadian serupa karena memperoleh distribusi lebih awal.

"Masaknya mulai sekitar jam sembilan malam, kemudian diberikan sekitar jam sembilan atau jam sepuluh pagi. Sekolah lain menerima lebih pagi sehingga tidak mengalami kejadian seperti di SMKN 6 Semarang," ujarnya.

Meski demikian, BGN menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan selesai dalam lima hingga tujuh hari ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, BGN memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Karangturi yang memasok makanan ke sekolah tersebut. Selain penghentian sementara, pengelola dapur juga dijatuhi surat peringatan sambil menunggu hasil investigasi final.

"Dapurnya kami suspend sambil menunggu hasil investigasi. SPPG juga kami beri surat peringatan, termasuk pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya," tegas Sudaryono.

Ia mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) secara ketat. Menurutnya, kelalaian sekecil apa pun dalam pengelolaan makanan dapat membahayakan keselamatan penerima manfaat program MBG.

"Harus ada kepemimpinan yang tegas di setiap SPPG. Karena yang dipertaruhkan adalah kesehatan dan nyawa seseorang," katanya.

Kasus dugaan keracunan ini menjadi salah satu insiden terbesar sejak Program Makanan Bergizi Gratis dijalankan. Sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat (31/7/2026).

Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapat penanganan medis di lokasi, sedangkan sembilan orang dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjalani observasi lebih lanjut.

BGN menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dalam pengelolaan Program Makanan Bergizi Gratis.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Kasus Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, BGN Sebut Masakan Dimasak Terlalu Dini | Monitor Indonesia