Jakarta, MI – Pemerintah mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat dengan menggerakkan seluruh pemerintah daerah untuk menyiapkan lokasi pembangunan sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan aset milik daerah yang belum dimanfaatkan akan dioptimalkan sebagai lokasi pembangunan program tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini belum memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Tito menjelaskan, Sekolah Rakyat akan memprioritaskan peserta didik dari kelompok desil 1 dan desil 2 atau sekitar 20 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Program tersebut diharapkan menjadi sarana memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.
"Diharapkan anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya," ujar Tito Karnavian.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Dalam kesempatan tersebut, Kemendagri juga menyalurkan bantuan kepada guru dan siswa sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program.
Tito menegaskan, seluruh Sekolah Rakyat akan dibangun dengan konsep dan desain arsitektur yang seragam di berbagai daerah. Fasilitasnya meliputi ruang belajar, asrama, ruang guru hingga sarana olahraga sehingga peserta didik dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih optimal.
Menurutnya, program tersebut merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan secara layak.
"Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden. Beliau memahami betul cita-cita para pendiri bangsa agar negara hadir melindungi dan memajukan seluruh rakyat Indonesia," kata Tito.
Selain menghadiri groundbreaking, Tito bersama Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako bagi para guru, botol minum untuk siswa, serta kartu tanda penduduk elektronik pemula kepada sejumlah peserta didik.
Tri Tito Karnavian turut mengajak para siswa membiasakan penggunaan botol minum isi ulang sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik. Bersama para peserta, ia juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.**
