BREAKINGNEWS

BGN Pastikan Tak Ada Ampun untuk Keracunan dan Penyimpangan MBG

BGN Pastikan Tak Ada Ampun untuk Keracunan dan Penyimpangan MBG
BGN Pastikan Tak Ada Ampun untuk Keracunan dan Penyimpangan MBG

Jakarta, MI – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan pangan, korupsi, maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam operasional dapur penyedia makanan.

Kebijakan tegas tersebut diumumkan Kepala BGN Sudaryono menyusul dugaan insiden keamanan pangan yang menyebabkan ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang menjalani perawatan. Pemerintah menegaskan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Sudaryono memastikan tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang melanggar standar keamanan pangan maupun melakukan praktik tidak jujur dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

"Saya sebagai Kepala BGN yang baru ini memastikan zero tolerance terhadap keracunan, tindak pidana korupsi, dan hanky-panky atau tindakan menyimpang, titip-menitip duit. Itu tidak boleh lagi," tegas Sudaryono.

BGN juga menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian makanan. Setiap dapur diwajibkan memastikan seluruh petugas mematuhi aturan kebersihan dan keamanan pangan.

Menurut Sudaryono, kepala SPPG memegang tanggung jawab penuh atas operasional dapur dan wajib mengambil tindakan apabila menemukan pegawai yang mengabaikan aturan.

"Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Sistem juga harus dijalankan, dan komandannya adalah kepala SPPG. Harus ada kepemimpinan yang tegas di situ," ujarnya.

Ia menekankan bahwa disiplin sederhana seperti mencuci tangan, mengenakan sarung tangan, masker, serta menjaga higienitas makanan bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat.

Sudaryono bahkan meminta kepala SPPG tidak ragu memberhentikan petugas dapur yang tetap membandel meski telah diberi peringatan.

"Kalau ada pegawai yang sulit diingatkan untuk cuci tangan, memakai sarung tangan atau masker sesuai SOP, ya harus dikeluarkan. Harus tegas, karena kesehatan dan nyawa seseorang sangat berarti. Tidak boleh ada toleransi lagi," katanya.

Melalui kebijakan baru ini, BGN ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan, yakni menyediakan makanan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi para penerima manfaat, sekaligus menutup ruang bagi praktik kelalaian maupun penyimpangan dalam pelaksanaannya.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

BGN Pastikan Tak Ada Ampun untuk Keracunan dan Penyimpangan MBG | Monitor Indonesia