Jakarta, MI - Listrik di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan sempat padam pada Senin (3/8/2026) pagi akibat gangguan pada sistem kelistrikan PLN. Insiden yang berlangsung sejak pukul 04.59 WIB itu berdampak pada lebih dari 600 ribu pelanggan sebelum akhirnya berhasil dipulihkan sekitar pukul 07.00 WIB.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut dan memastikan seluruh pasokan listrik kini telah kembali normal.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika menjelaskan, gangguan bermula dari terganggunya suplai listrik pada jalur Gardu Induk Gandul menuju Cirendeu. Setelah gangguan terdeteksi, PLN langsung mengamankan sistem dan memulai proses pemulihan pada pukul 05.14 WIB.
"Tim PLN memastikan keamanan teknis dan mulai melakukan pemulihan awal pada pukul 05.14 WIB. Secara bertahap, pasokan listrik kepada seluruh pelanggan kembali normal pada pukul 07.00 WIB," ujar Haris.
Komisaris Independen PLN Andi Arief mengungkapkan, berdasarkan laporan Dispatcher Distribution Control Center (DCC) Jakarta, pemadaman dipicu gangguan pada PMT Incoming 20 kV atau circuit breaker yang berdampak pada sejumlah gardu induk.
"Gangguan PMT itu (pemutus tenaga atau dikenal secara global sebagai circuit breaker)," ucap Andi saat dikonfirmasi.
Akibat gangguan tersebut, sebanyak 601.535 pelanggan terdampak dengan total beban listrik mencapai 197,5 megawatt (MW).
Pemadaman sempat dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, antara lain Pamulang, Pondok Aren, Pondok Ranji, Jombang, Pesanggrahan, Bintaro, Ciputat, Ciledug, Larangan, Cirendeu, Rempoa, Cipulir, Cilandak, hingga Pondok Cabe.
PLN mengimbau pelanggan yang masih mengalami kendala layanan kelistrikan untuk melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
