BREAKINGNEWS

Keracunan MBG, Ray Rangkuti: Kita Sudah Terbiasa Dengar Permintaan Maaf dari BGN

Keracunan MBG, Ray Rangkuti: Kita Sudah Terbiasa Dengar Permintaan Maaf dari BGN
Ray Rangkuti Sebut KPP Koalisi Paling Bingung Dalam Konsolidasi

Jakarta, MI - Direktur Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan, permohonan maaf dari pemerintah, terutama Badan Gizi Nasional (BGN) sudah tidak awam lagi di telinga masyarakat.

 

Hal itu dikatakan Ray menanggapi permohonan maaf Kepala BGN, Sudaryono terkait keracunan yang dialami siswa di beberapa tempat seperti di Jepara, Yogyakarta, Semarang, hingga Jayapura.

 

"Saya kira, kita sudah terlalu biasa menerima permintaan maaf atas berbagai keracunan yang terjadi. Selalu begini. Belum ada kemajuan dari peristiwa keracunan-keracunan selain minta maaf," kata Ray saat dihubungi oleh monitorindonesia.com, Senin (10/8/2026).

 

Ia menyebutkan, Kepala BGN Sudaryono tidak bisa mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang terjadi sebelumnya.

 

"Setelah kasus petinggi BGN yang ditetapkan tersangka, dan mundurnya kepala BNG dan kini, adanya kepala BGN baru, persoalan yang dihadapi belum jua dapat ditangani. Hanya meminta maaf," ungkap Ray Rangkuti.

 

Seharusnya, BGN mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang lalai dan mengakibatkan keracunan.

 

"Saya kira, selain permintaan maaf, BGN juga harus mengumumkan langkah dan tindakan apa yang dilakukan terhadap SPPG yang menimbulkan keracunan. Apakah dihentikan, dicabut izinnya, diminta ganti rugi atau bahkan lebih berat dari situ adalah ancaman pidana. Saya khawatir berulangnya kasus keracunan karena bukan saja lemahnya pengawasan tetapi juga lemahnya sanksi yang diberikan," pungkasnya.

 

Permintaan maaf kembali disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul di sejumlah daerah.

 

Kasus keracunan MBG dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Jepara, Yogyakarta, Semarang, hingga Jayapura.

 

"Di momen ini kami menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia. Di beberapa kejadian, ada yang di Jepara, ada di Yogya, ada di Jayapura, termasuk yang di Semarang," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta.

 

Berdasarkan catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), total korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak tahun 2025 hingga April 2026 telah mencapai 33.626 di berbagai daerah di Indonesia.

Topik:

Zul Sikumbang

Penulis

Video Terbaru

Keracunan MBG, Ray Rangkuti: Kita Sudah Terbiasa Dengar Permintaan Maaf dari BGN | Monitor Indonesia