BREAKINGNEWS

Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Komisi XI DPR Beri Dukungan

Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Komisi XI DPR Beri Dukungan
Bertu Merlas (Dok. MI)

 

Jakarta, MI - Bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif mengerucut setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal untuk memimpin bank sentral Indonesia. Usulan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada DPR RI.

Nama Destry mendapat respons positif dari Anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas. Menurutnya, pengalaman panjang Destry di sektor ekonomi dan keuangan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan Indonesia.

“Keputusan Presiden Prabowo untuk mengusulkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI adalah keputusan yang kami dukung. Dari sisi pengalaman, Destry memiliki rekam jejak yang kuat di sektor ekonomi dan keuangan,” ujar Bertu di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Politisi PKB ini  menilai pengalaman Destry sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab Gubernur BI. Destry diketahui telah berada di lingkungan Bank Indonesia selama tujuh tahun, termasuk menjalani dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

Ia menjabat Deputi Gubernur Senior periode 2019-2024 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029.

“Dua periode bukan waktu yang sebentar. Ia juga telah melewati berbagai situasi ekonomi, termasuk tekanan besar akibat pandemi Covid-19,” kata Bertu.

Menurut dia, pengalaman menghadapi berbagai tekanan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi sosok yang akan memimpin Bank Indonesia. Pasalnya, tantangan bank sentral tidak sebatas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Gubernur BI juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, memastikan sistem pembayaran berjalan lancar, serta merespons perubahan ekonomi global yang dapat berdampak terhadap perekonomian nasional.

“Gubernur BI harus memahami kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan koordinasi ekonomi nasional secara menyeluruh. Jadi, tugasnya bukan hanya menjaga rupiah dan inflasi, tetapi juga memastikan stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran,” jelas Bertu.

Sebelum berkarier di Bank Indonesia, Destry Damayanti telah menempati sejumlah posisi strategis di sektor ekonomi, keuangan, pemerintahan, hingga akademik.

Destry pernah menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Ia juga tercatat sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kariernya kemudian berlanjut di sektor keuangan. Destry pernah menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dan Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Selain itu, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015 sebelum menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015-2019.

Dari sisi pendidikan, Destry merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat.

Bertu menilai pengalaman lintas sektor tersebut menjadi nilai tambah bagi Destry. Menurutnya, kebijakan bank sentral memiliki keterkaitan erat dengan kondisi perbankan, pasar keuangan, dunia usaha, hingga perekonomian nasional secara keseluruhan.

“Pengalaman lintas sektor seperti ini penting karena kebijakan bank sentral selalu berkaitan dengan kondisi perbankan, pasar keuangan, dunia usaha, dan perekonomian secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPR tetap akan menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Gubernur BI secara objektif.

“Kami melihat Destry memiliki modal yang cukup untuk menjalankan tugas sebagai Gubernur BI. Tentu DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan secara objektif, dengan memperhatikan rekam jejak, integritas, visi kebijakan, serta komitmen terhadap independensi BI,” jelas Bertu.

Bertu mengingatkan bahwa posisi Gubernur Bank Indonesia ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Volatilitas pasar keuangan, tekanan nilai tukar, dinamika inflasi, hingga perkembangan teknologi sistem pembayaran menjadi sejumlah isu yang harus diantisipasi.

Karena itu, ia berharap calon Gubernur BI nantinya mampu menjaga kredibilitas kebijakan moneter sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar.

“Kami berharap Destry, jika disetujui DPR, mampu menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan kebijakan moneter tetap kredibel dan terukur,” pungkas Bertu.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru

Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Komisi XI Beri Dukungan | Monitor Indonesia