BREAKINGNEWS

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Dampak Karhutla di Kalimantan Barat

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Dampak Karhutla di Kalimantan Barat
Karhutla Kotim Kian Mengganas, BPBD Desak Tambahan Helikopter Water Bombing

Jakarta, MI — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat, Kementerian PU mengerahkan berbagai sarana dan prasarana untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung penanganan potensi kebakaran.

 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa Kementerian PU terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau tahun 2026, melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di lapangan. 

 

“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody Hanggodo dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

 

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status darurat bencana karhutla. Untuk membantu penanganan, Kementerian PU menyalurkan sejumlah bantuan pompa serta mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air, termasuk di sejumlah titik di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau. 

 

Kementerian PU juga turut menerjunkan personel ke sejumlah wilayah, termasuk Ketapang dan Kubu Raya, untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan dari sisi sumber daya air maupun infrastruktur.

 

Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Daerah setempat, sejak kondisi kekeringan mulai menunjukkan dampak yang serius.

 

“Upaya kita di lapangan ikut membantu dalam hal pompa-pompa, kemudian beberapa BBM, juga dengan turun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi seperti di Ketapang dan Kubu Raya kita terjunkan tim juga di sana dalam rangka untuk melakukan identifikasi, menemukan apa yang bisa kita bantu dari SDA maupun Cipta Karya,” ujarnya.

 

Menurut Tahid, musim kemarau panjang akibat El Nino memicu meningkatkan risiko kebakaran di Kalimantan. Wilayah pesisir Kalimantan Barat sendiri banyak memiliki lahan gambut yang relatif sulit ditangani ketika terjadi kebakaran. Sementara di wilayah hulu, karakter tanahnya lebih banyak berupa tanah mineral.

 

Karena itu, BWS Kalimantan I tidak hanya berperan ketika kondisi darurat terjadi, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dengan mengidentifikasi titik-titik sumber air yang dapat dimanfaatkan apabila kebakaran terjadi.

 

Di sisi lain, Kepala BPBPK Kalbar, Mohd. Yoza Habibie mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, antara lain Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, Singkawang, dan Sanggau. 

 

“Kami lebih ke penanganan kekeringan ada di beberapa kabupaten. Unit kita sudah bergerak ke sana dan ada yang sudah Kembali. Kita men-supply air bersih dari PDAM-PDAM terdekat, lalu dibawa ke kabupaten/kota,” ungkapnya.

 

Kerahkan Peralatan

Karhutla2

Hingga saat ini, BWS Kalimantan I dan BPBPK Kalimantan Barat telah menurunkan berbagai peralatan pendukung. Peralatan tersebut antara lain empat unit pompa pemadam, 10 unit pompa alkon, dua unit genset, satu unit peralatan geolistrik, serta empat unit toren air berkapasitas 5.000 liter.

 

Selain itu, turut disiapkan dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter beserta 49 unit pondasi hidran umum, delapan unit WC portable, tujuh unit biority/septic tank berkapasitas 2.000 liter, dan enam unit perahu karet.

 

Untuk mendukung mobilisasi di lapangan, Kementerian PU juga mengerahkan satu unit excavator long arm dan tiga unit excavator standar.

Karhutla 1

Dukungan distribusi air diperkuat dengan lima unit mobil truk air bersih berkapasitas 4.000 liter, satu unit mobile pump portable, satu unit mobile pump truck, serta dua unit mobil truk vacuum tinja.

 

Pengerahan berbagai sarana tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menjaga ketersediaan air sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan dan potensi karhutla di Kalimantan Barat. 

Topik:

Zul Sikumbang

Penulis

Video Terbaru

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Dampak Karhutla di Kalimantan Barat | Monitor Indonesia