BREAKINGNEWS

BNPB Ungkap 3 Biang Karhutla Sulit Dipadamkan: Kekeringan, Air Sulit, Kanal Bermasalah

BNPB Ungkap 3 Biang Karhutla Sulit Dipadamkan: Kekeringan, Air Sulit, Kanal Bermasalah
Karhutla di Kotawaringin Timur

Jakarta, MI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap tiga hambatan utama yang membuat api sulit dijinakkan: kekeringan berkepanjangan, sulitnya memperoleh sumber air, serta kondisi kanal yang membutuhkan normalisasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Pandjaitan mengatakan kondisi lapangan menjadi tantangan besar bagi petugas, terutama ketika hujan tidak turun dalam waktu lama.

“Pertama, kekeringan dengan banyak hari tanpa hujan. Kesulitan mendapatkan air di lapangan termasuk di Kalsel. Butuh sumur dan normalisasi kanal,” kata Berton kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Kekeringan membuat vegetasi dan lahan semakin mudah terbakar. Pada saat yang sama, petugas menghadapi persoalan lain ketika harus mencari sumber air untuk pemadaman di lokasi yang jauh dari fasilitas pendukung.

BNPB menilai ketersediaan air di lokasi kebakaran menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pemadaman. Tanpa sumber air yang memadai, petugas di darat harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengisi ulang pasokan.

Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah memperbanyak sumber air melalui pembangunan sumur di wilayah rawan karhutla.

Pembangunan sumur tersebut akan melibatkan TNI agar kebutuhan air untuk pemadaman dapat dipenuhi lebih cepat.

“Rencananya akan membuat sumur dibantu oleh TNI,” ujar Berton.

Selain sumur, normalisasi kanal juga diperlukan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut. Kanal yang tidak berfungsi optimal dapat memperburuk kondisi lahan ketika musim kering karena cadangan air semakin terbatas.

BNPB menegaskan pemadaman dari darat tetap menjadi strategi utama dalam penanganan karhutla. Sementara pengerahan helikopter untuk water bombing berfungsi sebagai dukungan ketika kondisi di lapangan membutuhkan intervensi dari udara.

“Yang utama adalah dari darat. Udara adalah pendukung,” tegas Berton.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

BNPB Ungkap 3 Biang Karhutla Sulit Dipadamkan: Kekeringan, Air Sulit, Kanal Bermasalah | Monitor Indonesia