Jakarta, MI– Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah mendesak BMKG memperkuat sistem peringatan dini gempa berbasis digital. Teknologi harus digunakan agar masyarakat menerima peringatan secara cepat sebelum guncangan gempa menimbulkan korban.
Desakan tersebut disampaikan menyusul tingginya aktivitas gempa di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Hingga 18 Agustus, tercatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 1,3 hingga 6,2. Kondisi tersebut, menurut Musa, menunjukkan kebutuhan terhadap sistem peringatan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung dan cepat.
Musa menilai informasi dari perangkat pendeteksi gempa BMKG tidak cukup jika tidak segera diteruskan kepada masyarakat.
"Alat-alat BMKG ini sudah ada. Tapi kalau tidak ada sinyal pemberitahuan yang langsung menyebar ke masyarakat, juga tidak ada gunanya," ujar Musa.
Ia mendorong BMKG bekerja sama dengan operator telekomunikasi agar peringatan gempa dapat langsung muncul di telepon seluler masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
"Apakah provider bisa dikoneksikan dengan BMKG? Saya lihat di Jepang, begitu ada gempa, handphone langsung memberikan alert yang berisi lokasi dan kekuatan gempa. Kita belum seperti itu, padahal alatnya sudah ada," tegasnya.
Menurut Musa, sistem tersebut penting karena beberapa detik menjadi sangat berharga ketika gempa terjadi. Masyarakat dapat segera mencari tempat aman, menjauhi bangunan berisiko, atau melakukan langkah penyelamatan sebelum guncangan semakin kuat.
Musa juga meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan teknologi. Kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun sejak dini melalui pendidikan mitigasi bencana.
Ia mendorong materi kebencanaan masuk lebih kuat ke dalam kurikulum sekolah. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mengetahui ancaman gempa, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Menurut Musa, pendidikan sejak usia dini dapat membentuk kebiasaan dan kedisiplinan menghadapi bencana dalam jangka panjang.
"Kita harus membangun budaya sadar bencana sejak dini. Anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, sehingga ketika menghadapi kondisi sebenarnya mereka tidak panik," ujarnya.
Musa menegaskan Indonesia merupakan negara yang rawan gempa sehingga sistem peringatan dini dan edukasi mitigasi tidak boleh berjalan setengah-setengah.**
