BREAKINGNEWS

Sampah Menggunung, Warga Sesak Napas—Layanan DLH Bekasi Amburadul!

Sampah Menggunung, Warga Sesak Napas—Layanan DLH Bekasi Amburadul!
Tumpukan sampah yang tidak diangkut selama lebih dari satu bulan di Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, memicu protes warga. Bau menyengat yang ditimbulkan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan, sementara warga menolak membayar iuran sampah karena layanan dinilai buruk. Dugaan masalah muncul setelah perubahan status petugas kebersihan, namun hingga kini pihak terkait belum memberikan respons.

Kota Bekasi, MI – Tumpukan sampah yang menggunung dan mengeluarkan bau menyengat di Kapling Lorisakti RT 006/01, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, meresahkan warga setempat. Sampah rumah tangga yang seharusnya diangkut rutin minimal dua hari sekali justru dibiarkan menumpuk lebih dari satu bulan tanpa kejelasan.

Kondisi ini memicu protes warga. Ratusan warga di lingkungan tersebut kompak menolak membayar iuran sampah sebesar Rp20.000 per bulan. Mereka menilai retribusi yang dipungut tidak sebanding dengan layanan yang diberikan pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.

“Sudah lebih dari sebulan tidak ada petugas yang datang mengangkut sampah. Kalau layanannya seperti ini, tidak pantas kami diminta membayar iuran,” ujar salah seorang warga kepada awak media, Selasa (7/4/2026).

Warga menduga terhentinya pengangkutan sampah berkaitan dengan perubahan status tenaga kebersihan. Petugas yang sebelumnya berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL) kini dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah naungan DLH Kota Bekasi.

“Sejak perubahan status itu, kinerja petugas justru menurun. Pengangkutan jadi tidak teratur, bahkan hampir sebulan ini berhenti total,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, petugas kebersihan disebut datang secara rutin setidaknya dua hari sekali. Namun setelah perubahan status tersebut, jadwal pengangkutan menjadi tidak menentu hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Akibatnya, tumpukan sampah yang membusuk kini menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga. Bahkan, kondisi ini mulai berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan.

“Kami khawatir akan timbul infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) karena setiap hari harus melewati bau sampah ini,” keluh warga.

Warga mendesak pihak terkait, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga DLH Kota Bekasi, segera turun tangan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebelum kondisi semakin parah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Kaliabang Tengah belum memberikan tanggapan resmi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, juga belum merespons meski telah dihubungi berulang kali.

Warga berharap persoalan ini segera ditangani agar lingkungan kembali bersih dan tidak membahayakan kesehatan.

(M. Aritonang)

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Sampah Menggunung, Warga Sesak Napas—Layanan DLH Bekasi Ambu | Monitor Indonesia