BREAKINGNEWS

Proyek Pemerintah Tanpa Papan Informasi Mengelabui Masyarakat

Proyek Pemerintah Tanpa Papan Informasi Mengelabui Masyarakat
Proyek Tanpa Papan Informasi (Foto/MI)

Kota Bekasi, MI - Kualitas pembangunan infrastruktur jalan jenis rigid atau beton di Jalan Udang 3, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, menjadi sorotan tajam. Proyek tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, tidak transparan, serta berpotensi tidak memenuhi standar kualitas sebagaimana mestinya.

Pengamatan tim media di lokasi menunjukkan, sejak awal pelaksanaan hingga proyek dinyatakan rampung sekitar lima hari lalu, tidak pernah ditemukan papan nama proyek atau papan informasi kegiatan yang lazim dipasang dalam setiap pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah.

Padahal, papan informasi tersebut seharusnya memuat data penting seperti nama kegiatan, nilai kontrak, Nama perusahaan/pihak ke-3, Waktu pengerjaan, Nomor kontrak, Volume pekerjaan berikut Sumber dana. Dicari tau disekeliling kegiatan termasuk konfirmasi kepada warga sekitar, tidak tampak dan tidak ada warga yang mengetahui keberadaan papan informasi itu.

Masyarakat sekitar pun menyebut proyek itu "proyek siluman” karena sama sekali tidak pernah melihat papan informasi. Ketua RW. 08, Jln. Udang 3, Aiptu Satimin Prakarsa kepada awak media membenarkan kegiatan itu merupakan usulan warganya. 

"Memang kami yang usulkan Pembangunan jalan tersebut, namun terkait detail teknis dan siapa yang mengerjakan, kami tidak tahu. Mengenai papan proyek memang tidak pernah saya lihat. Saya juga tidak tahu perusahaan pelaksana, apalagi Saya bukan dari bidang teknis,” kata Satimin dikutip (18/4/2026).

Kecurigaan warga semakin kuat setelah melihat pelaksanaan di lapangan. Seorang warga, Halim (81), menilai ada kejanggalan pada ketebalan beton yang digunakan.

“Yang saya lihat di gambar atau rencananya (bekisting) sekitar 10 cm, tapi saat pelaksanaan sepertinya hanya setengahnya. Kenapa bisa begitu, saya juga tidak mengerti,” kata Halim dihadapan beberapa wartawan.

Estimasi lapangan menggambarkan kegiatan itu diduga kuat melanggar spesifikasi teknis. Pasalnya, pengukuran volume dari sisi ketebalan beton terindikasi kuat terjadi pengurangan diangka  4 hingga 5 cm. Sehingga lapisan beton proyek Jln.. Udang tersebut diduga hanya sekitar 5 cm, menyusut atau jauh brrkurang dari spesifikasi yang seharusnya 10 cm. Sementara lapisan beton lama hanya setebal 4 cm.

Apakah untuk menghindari kasat mata? begisting sisi kanan kiri jalan diduga ditanam lebih rendah dari lapisan permukaan bawah agar seolah-olah ukuran 10 cm terpenuhi, tetapi bagian tengahnya tipis.

Warga sekitar pun mulai curiga terhadap kualitas material. Warga menduga, kualitas beton yang dipakai hanya setara K-200, padahal sesuai kondisi jalan yang merupakan perlintasan kendaraan bertonase tinggi, seharusnya menggunakan beton K-350 agar mampu menahan tonase lalu lintas kendaraan.

Kecurigaan warga diperkuat kondisi jalan yang selalu berdemu bagaikan debu kapur saat kendaraan melintas.

Berulangkali hal ini hebdak dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, selalu gagal. Berdasarkan pantauan dan informasi yang layak dipercaya, Udi Sutanto berada du ruangannya. Awak media idi daftar tamu dan oleh security disuruh antre, eeeh ditunggu lama, Idi Sutanto katanya sudah pergi lewat pintu belakang (Lift Barang).

Menurut informasi dari awak media, untuk bertemu Kadis BMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, tak obahnya memasukan benang kelobang jarum. Sewaktu-waktu ketemu, ngasih No HP, tapi dichat lewat WA atau ditelepon belum tentu diangkat. (M. Aritonang)

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru