BREAKINGNEWS

Cirebon Darurat Campak, Dua Anak Meninggal dan Status KLB Ditetapkan

Cirebon Darurat Campak, Dua Anak Meninggal dan Status KLB Ditetapkan
Penyakit Campak (Foto: Ist)

Cirebon, MI - Pemerintah Kota Cirebon menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit campak setelah dua pasien meninggal dunia akibat komplikasi penyakit tersebut.

Lonjakan kasus mulai terlihat sejak akhir Desember 2025 dan terus meningkat hingga memasuki kuartal kedua 2026. Data dari Dinas Kesehatan Kota Cirebon menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. 

Sepanjang 2025, tercatat 238 kasus campak di Kota Cirebon. Sementara itu, pada awal 2026 saja, hingga Februari, jumlah kasus sudah mencapai 150 pasien.

"Hingga April 2026, kasus campak ini memang masih terus berjalan. Status KLB telah ditetapkan karena angkanya dinilai masih cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawati, Jumat (18/4/2026). 

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Wilayah III Cirebon, RSD Gunung Jati Cirebon melaporkan adanya tekanan pada fasilitas rawat inap. Dalam tiga bulan pertama di tahun 2026, sebanyak 50 pasien campak harus menjalani rawat inap.

"Sebagian besar pasien yang masuk merupakan kategori balita," ujar Direktur Utama RSD Gunung Jati Cirebon, Katibi. 

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan setelah adanya laporan dua pasien anak yang meninggal dunia. 

Dari hasil evaluasi medis, sebagian besar kasus berat ditemukan pada pasien yang belum mendapatkan imunisasi campak atau memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap. 

Dokter Spesialis Anak RSD Gunung Jati, dr Suci Saptyuni Permadi, menjelaskan bahwa banyak pasien datang dengan kondisi komplikasi radang paru-paru atau bronkopneumonia. 

"Ada dua pasien yang meninggal dunia. Selain menderita campak, pasien tersebut juga mengalami kondisi gizi buruk serta memiliki kelainan jantung bawaan, yang memperberat proses penyembuhan," jelas dr Suci.

Menanggapi status KLB tersebut, Pemkot Cirebon melalui Dinas Kesehatan terus menjalankan berbagai upaya strategis. Salah satu prioritas utama adalah menekan laju penularan dengan memperluas cakupan vaksinasi di tengah masyarakat.

Di samping itu, edukasi dan sosialisasi secara intensif juga digencarkan agar para orang tua lebih peka terhadap gejala campak pada anak. Masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda seperti demam tinggi yang disertai bintik merah pada kulit.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Cirebon Darurat Campak | Monitor Indonesia