Pejudi Sabung Ayam di Tegal Lompat ke Sungai saat Digerebek Polisi: 1 Tewas, Ini Kronologinya

Tegal, MI - Tiga pria hilang setelah menceburkan diri ke Sungai Ketiwon, Kota Tegal, saat polisi menggerebek arena judi sabung ayam pada Minggu (1/3/2026). Satu orang lainnya ditemukan meninggal dunia akibat insiden itu.
Kejadian bermula ketika petugas gabungan dari Polres Tegal Kota mendatangi lokasi perjudian di Jalan Timor Timur, Kelurahan Panggung. Kedatangan aparat membuat para pemain dan penonton panik, hingga berhamburan mencoba melarikan diri.
Dalam kepanikan itu, empat orang nekat terjun ke sungai untuk menghindari razia. Satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal, sementara tiga lainnya hingga kini belum ditemukan.
Korban yang meninggal diketahui bernama Muhammad Akbar (32), warga Dampyak, Kabupaten Tegal. Jenazahnya telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, tiga orang lainnya yang masih dicari adalah Samsbul, Udin, dan Kurnia Sandi. Ketiganya tercatat sebagai warga Kota dan Kabupaten Tegal.
Hingga Senin (2/3/2026), tim SAR masih menyisir aliran Sungai Ketiwon dan area sekitar yang diduga menjadi titik terakhir para korban terlihat.
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen Asnawi, menambahkan bahwa saat petugas tiba, lokasi kejadian sudah dalam keadaan kosong.
"Kami menegaskan tidak ada upaya paksa maupun pengejaran fisik. Saat anggota tiba, lokasi sudah sepi. Kami mengamankan satu orang pemain yang tidak jadi menyeberangi sungai," ujarnya, dikutip Selasa (3/3/2026).
Selain korban meninggal, polisi juga berhasil mengamankan tiga orang lain yang sempat menyeberangi sungai, mereka ditangkap di sisi seberang.
Dari keterangan tiga orang yang diamankan, aparat baru mengetahui adanya empat orang lain yang melompat ke sungai dan belum kembali hingga saat ini.
Di lokasi perjudian, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk beberapa ekor ayam jago dan perlengkapan arena sabung ayam yang ditinggalkan para pelaku saat melarikan diri.
Operasi pencarian masih terus dilakukan tim SAR gabungan, dengan fokus penyisiran aliran Sungai Ketiwon dan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Topik:
