BREAKINGNEWS

Banjir Lahar Hujan di Magelang, BNPB Salurkan Bantuan Darurat

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo Agus Wibowo menyerahkan bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Magelang
Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo menyerahkan bantuan penanganan darurat bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Kabupaten Magelang (Foto: Dok BNPB)

Magelang, MI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik dan peralatan untuk penanganan darurat bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Kabupaten Magelang.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, di Rumah Dinas Bupati Magelang pada Jumat (6/3/2026) sore.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menerima bantuan tersebut secara simbolis. 

”Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan BNPB kepada pemerintah daerah yang sedang menangani dampak bencana. Khususnya dalam fase tanggap darurat," ujar Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo.

Agus Wibowo menyampaikan bahwa total bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Magelang mencapai Rp597.543.995. Bantuan tersebut mencakup paket bahan kebutuhan pokoik, pompa air alkon 23 HP, gergaji mesin ukuran besar, helm SAR, serta masker N95 untuk mendukung operasi penanganan darurat di lapangan.

Menurut Agus, sistem penanggulangan bencana nasional terdiri dari tiga tahapan utama: pra bencana, tanggap darurat, dan pascabencana.

Pada tahap tanggap darurat seperti saat ini, pemerintah memiliki skema pendanaan yang dapat diakses daerah. “Pemerintah memiliki skema pendanaan yang dapat diakses daerah, salah satunya melalui Dana Siap Pakai (DSP)," tutur Agus.

Dana DSP ini, kata dia, digunakan untuk operasi darurat, logistik, hingga pemulihan sementara sarana dan prasarana. Namun, penggunaan dana tersebut hanya diperbolehkan untuk perbaikan sementara, bukan pembangunan permanen.

Ia menambahkan, untuk pembangunan jembatan yang putus bisa menggunakan anggaran masa darurat, tetapi peruntukannya yakni jembatan sementara. Sedangkan, untuk pembangunan permanen nantinya akan masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyatakan bahwa dukungan dari Pemerintah Pusat sangat penting untuk mempercepat penanganan dampak bencana di Kabupaten Magelang, terutama yang dipicu aktivitas Gunung Merapi dan hujan deras di kawasan hulu Sungai Senowo beberapa hari lalu.

“Bantuan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana di Kabupaten Magelang. Khususnya, dalam membantu penanganan bencana lahar hujan yang terjadi beberapa hari lalu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, salah satu kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani adalah pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak banjir lahar hujan di lereng Merapi. 

Selain itu, penguatan sabo dam juga menjadi prioritas agar material pasir bisa tetap mengalir ke bawah dan sabo dam tetap berfungsi sebagai akses masyarakat.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Banjir Lahar Hujan di Magelang, BNPB Salurkan Bantuan Darurat | Monitor Indonesia