Temanggung, MI - Krisis jumlah murid mulai menghantam sekolah dasar di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sebanyak 35 SD negeri hanya menerima satu hingga lima siswa baru. Bahkan, SDN Ketitang II di Kecamatan Jumo sama sekali tidak mendapat murid baru.
Data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Temanggung menunjukkan kondisi tersebut dipicu menyusutnya jumlah anak usia sekolah, bukan karena kualitas pendidikan.
"Setelah ditelusuri memang tidak ada anak usia SD di dusun tersebut. Jadi bukan karena kualitas sekolahnya, tetapi memang jumlah penduduknya sedikit," ujar Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kabupaten Temanggung, Pamudji Santoso, Selasa (14/7/2026).
Meski masa pendaftaran diperpanjang, SDN Ketitang II tetap tanpa siswa baru. Kini sekolah itu hanya memiliki sekitar 23 murid dari kelas satu hingga enam.
Fenomena serupa juga terjadi di puluhan sekolah lain. Dari 435 SD negeri di Temanggung, 35 sekolah hanya memperoleh maksimal lima murid baru pada tahun ajaran ini.
Minimnya siswa memunculkan opsi regruping atau penggabungan sekolah. Namun, Disdikpora menilai langkah itu tidak bisa diterapkan di semua wilayah karena terkendala medan dan jarak antarsekolah yang berjauhan.
Jika dipaksakan, siswa justru berisiko menempuh perjalanan lebih jauh untuk bersekolah.
Fenomena ini menjadi sinyal nyata perubahan demografi di Temanggung. Berkurangnya jumlah anak usia sekolah kini mulai mengancam keberlangsungan sekolah-sekolah negeri di sejumlah wilayah pedesaan.
