Kabupaten Malang, MI - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, akan lebih selektif menangani infrastruktur rusak. Dikarenakan belanja modal infrastruktur berkurang signifikan 2026 ini, dibandingkan tahun sebelumnya.
Khairul menerangkan,”bahwa belanja modal infrastruktur pada 2026 ini diperkirakan hanya di kisaran Rp 230–240 miliar, dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 314 miliar, yang digunakan untuk pembangunan fisik infrastruktur, mulai dari perbaikan dan pemeliharaan jalan, pembangunan jembatan, juga penanganan drainase,” terangnya. Jumat, (26/6/2026).
Khairul juga menjelaskan sesuai data DPUBM Kabupaten Malang, panjang jalan yang ada di Kabupaten Malang tercatat mencapai 1.641,62 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen atau setara 328,32 kilometer, masih membutuhkan penanganan karena mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
“Panjang jalan yang akan kami tangani tidak bisa ditentukan secara pasti, karena penanganannya bersifat spot-spot sesuai titik kerusakan,” jelasnya.
Menurut Khairul, untuk penanganan jalan akan dilakukan secara bertahap. Setiap triwulan, pihaknya akan menyusun perencanaan peningkatan maupun rehabilitasi jalan. Sebab kondisi di tengah keterbatasan anggaran ini, menjadi penentuan prioritas perbaikan yang dilakukan dengan mempertimbangkan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) atau volume kendaraan yang melintas.
“Kami akan survei terlebih dahulu jalan-jalan dengan LHR tinggi. Kami bandingkan dengan kapasitas jalan. Jika derajat kejenuhannya mendekati satu, maka akan kami lebarkan,” paparnya.
Sebaliknya, jika tingkat kejenuhannya masih rendah, penanganan akan dilakukan melalui metode sapu lobang (salob) agar jalan tetap layak dan nyaman dilalui masyarakat.
Khairul melanjutkan, untuk saat ini kompleks stadion kanjuruhan, kepanjen terus diperbaiki. setelah revitalisasi, kini dilakukan pengaspalan area halaman luar, tepatnya di depan tribun VIP. Pihak DPUBM Kabupaten Malang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar.
“Gerbang masuk stadion yang biasanya dibuka dua pintu, saat ini hanya dibuka sampingnya saja. Yakni pintu sisi kiri. Sementara di kanannya ditutup dan diberi garis pengaman. Karena dilokasi tersebut sedang ada pengaspalan yang memanjang dari dekat GOR Kanjuruhan sampai tribun luar,” tandasnya.
Khairul menambahkan, area yang diperbaiki adalah samping GOR kanjuruhan, depan tribun luar, sampai lapangan luar dan disisi selatan stadion.
“Selama pekerjaan berlangsung, tidak dilakukan pembongkaran aspal eksisting. Hanya melapis aspal HRS WC pada lapisan asli. Kawasan yang diaspal itu biasa dipakai untuk gelaran Kanjuruhan Street Race (KSR). Namun dalam waktu dekat belum ada penyelenggaraan,” tutupnya. (Rina Sugeng Yuliani)
