Bangkalan, MI– Aparat kepolisian masih memburu para pelaku penyerangan bersenjata yang mengakibatkan seorang pria terluka tembak dan dua mobil rusak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Aksi yang diduga dilakukan puluhan orang itu disebut berlangsung secara brutal setelah dipicu perselisihan sepele terkait parkir kendaraan.
Korban, Bambang Siswoyo, mengaku disergap rombongan pelaku yang datang menggunakan sekitar 10 mobil. Menurutnya, kendaraan tersebut mengepung dari dua arah sebelum para pelaku turun sambil membawa senjata api dan senjata tajam.
"Langsung turun semua menembak secara brutal. Lima mobil di depan membawa senjata api dan lima mobil di belakang membawa senjata tajam," ujar Bambang.
Korban memperkirakan jumlah pelaku mencapai sekitar 20 orang. Dalam penyerangan itu, ia mengalami luka tembak di bagian punggung dan kaki.
Selain menyebabkan korban terluka, aksi tersebut juga mengakibatkan dua kendaraan milik korban dan keluarganya mengalami kerusakan akibat dihantam senjata api maupun senjata tajam.
Adik korban, Mustofa, memastikan kasus itu telah dilaporkan ke Polres Bangkalan. Ia mengaku telah memberikan seluruh keterangan kepada penyidik untuk mengungkap identitas para pelaku.
"Sudah kami laporkan, semuanya sudah saya ceritakan di BAP di Polres," katanya.
Mustofa menambahkan, dua mobil keluarga menjadi sasaran perusakan saat penyerangan berlangsung.
"Dua mobil kami rusak, satu mobil saya dan satunya punya kakak," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula ketika adik korban menegur salah seorang pelaku terkait cara memarkir kendaraan. Teguran tersebut diduga memicu emosi hingga pelaku memanggil puluhan rekannya untuk menyerang keluarga korban.
Polres Bangkalan kini masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi penembakan tersebut.
Kanit Pidum Polres Bangkalan, Ipda M. Nurcahyo, menegaskan fokus penyidik saat ini adalah menangkap para pelaku dan mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
"Kami masih mendalami kasus ini. Saat ini kami fokus melakukan penangkapan terhadap para pelaku," tegasnya.
Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan bersenjata itu dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.**
