Gresik, MI– Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap KMN Fatma Jaya 1 yang hilang kontak di perairan barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kapal nelayan tersebut membawa lima warga Kabupaten Lamongan yang hingga Rabu (29/7/2026) belum diketahui keberadaannya.
Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim penyelamat untuk menyisir lokasi terakhir kapal terdeteksi. Operasi pencarian dilakukan setelah laporan hilangnya kapal diterima dari Rukun Nelayan Brondong, Lamongan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
"Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait sekaligus mengerahkan KN SAR 249 Permadi dan tim penyelamat untuk melaksanakan operasi SAR," kata Nanang.
Lima nelayan yang berada di atas kapal masing-masing adalah Slamet Suudin (50) selaku nakhoda, Damar (38), Lutfi A (37), Denis P (28), dan Taufiq (45).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KMN Fatma Jaya 1 berangkat dari Pelabuhan Brondong, Lamongan, menuju perairan Pulau Bawean untuk memancing pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Sehari kemudian, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, nakhoda sempat menghubungi seorang warga di Pulau Bawean untuk meminta pertolongan. Namun setelah komunikasi tersebut, kapal tidak lagi dapat dihubungi dan seluruh awak dinyatakan hilang kontak.
Laporan itu kemudian diteruskan ke Basarnas Surabaya yang segera melakukan asesmen serta mengaktifkan operasi pencarian.
KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pulau Bawean dengan menempuh jarak sekitar 90,35 mil laut. Tim SAR menyisir area yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan kapal.
Hingga Rabu sore, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan berharap lima nelayan beserta kapal yang mereka tumpangi segera ditemukan dalam kondisi selamat.**
