BREAKINGNEWS

103 Korban Keracunan MBG di Tulungagung, Dinkes Temukan Dapur Belum Kantongi Sertifikat Higiene

103 Korban Keracunan MBG di Tulungagung, Dinkes Temukan Dapur Belum Kantongi Sertifikat Higiene
Menu MBG

Tulungagung, MI – Kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026), jumlah korban melonjak menjadi 103 orang, terdiri atas pelajar, guru, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo.

Di tengah bertambahnya korban, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengungkap temuan serius. Dapur penyedia MBG tersebut diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) dapur yang lengkap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, mengatakan kasus bermula setelah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Senin, 27 Juli 2026. Namun, laporan baru diterima Dinkes dua hari kemudian.

"Setelah ada kejadian kami tidak segera dilapori. Rabu siang setelah dapat laporan kami langsung menuju ke SPPG Pakisrejo," ujar Aris.

Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan pencernaan. Sampel tersebut telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk diuji.

Adapun sampel yang diperiksa meliputi nasi, olahan daging, oseng buncis tempe, serta selada air. Hasil laboratorium diperkirakan baru akan keluar sekitar dua pekan mendatang.

Berdasarkan keterangan para penerima manfaat, menu olahan daging menjadi sorotan karena diduga telah mengalami perubahan kualitas.

"Banyak penerima manfaat mengeluhkan olahan daging berbau, teksturnya berubah dan berlendir. Namun untuk memastikan penyebab dugaan keracunan harus menunggu hasil laboratorium," jelas Aris.

Dari total 103 korban, Dinkes mencatat terdapat 15 balita, tujuh pelajar, enam guru, serta puluhan penerima manfaat lainnya. Sebagian besar telah menjalani perawatan jalan, sementara satu korban masih dirawat di puskesmas.

Selain belum memiliki sertifikat higiene sanitasi, tim Dinkes juga menemukan sejumlah barang di dapur SPPG yang memunculkan pertanyaan. Di lokasi ditemukan kantong plastik berisi minuman elektrolit Hydro Coco dan obat diare yang disebut disiapkan untuk penanganan awal penerima manfaat yang mengalami gejala.

Temuan tersebut memperkuat pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dapur MBG. Kasus ini bukan hanya menyangkut dugaan keracunan makanan, tetapi juga menjadi ujian terhadap standar keamanan pangan, pengawasan operasional, serta kepatuhan penyedia layanan terhadap persyaratan sanitasi dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

103 Korban Keracunan MBG di Tulungagung, Dinkes Temukan Dapur Belum Kantongi Sertifikat Higiene | Monitor Indonesia