Banjarmasin, MI– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya jumlah titik api di tengah puncak musim kemarau 2026.
Hingga awal Juli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat 1.777 titik api tersebar di sejumlah wilayah.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan penetapan status siaga darurat dilakukan setelah sejumlah kabupaten dan kota lebih dahulu menetapkan status serupa akibat meningkatnya potensi kebakaran lahan.
"Maka Provinsi juga menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla," kata Muhidin, Rabu (8/7/2026).
Pemerintah provinsi meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan personel, sarana, dan peralatan pemadaman agar setiap kemunculan titik api dapat ditangani sejak dini sebelum meluas.
"Untuk kabupaten/kota bisa mempersiapkan personel dan peralatan pemadaman api untuk menangani titik api sedini mungkin agar tidak meluas," ujarnya.
Muhidin menyebut wilayah yang paling rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan meliputi Kabupaten Tapin, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Selatan. Meski demikian, ia menjelaskan sebagian besar titik panas yang terdeteksi berasal dari area batu bara sehingga tetap memerlukan verifikasi di lapangan.
Dampak karhutla mulai dirasakan di Kota Banjarmasin. Asap kiriman menyebabkan kualitas udara menurun. Berdasarkan data BPBD Banjarmasin, indeks kualitas udara pada Rabu (8/7) berada di angka 57 atau masuk kategori sedang.
Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti penderita gangguan pernapasan.
"Meski sumber asap bukan dari Banjarmasin, namun dampaknya bisa memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Gunakan masker saat beraktivitas di luar, dan perbanyak minum air putih," kata Yamin.
Pemerintah Kota Banjarmasin juga melarang masyarakat membakar sampah maupun lahan karena berpotensi memperburuk kualitas udara. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Warga Banjarmasin jangan melakukan pembakaran sampah atau lahan. Mari bersama jaga kesehatan dan tetap waspada," tegas Yamin.
Pemerintah berharap peningkatan kewaspadaan seluruh daerah mampu menekan meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau, sekaligus meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.**
