Banjarbaru, MI– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu transportasi udara di Kalimantan Selatan. Sedikitnya enam penerbangan domestik dari Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, mengalami penundaan keberangkatan setelah jarak pandang turun drastis hingga hanya 500 meter, Senin (20/7/2026).
Penundaan terjadi pada jadwal penerbangan antara pukul 06.00 hingga 07.00 Wita, dengan tujuan Semarang, Jakarta, Balikpapan, Surabaya, dan Yogyakarta. Kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan untuk sementara dihentikan demi menjaga keselamatan operasional.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara membuat pesawat tidak memungkinkan untuk lepas landas sesuai jadwal.
"Ada enam penerbangan tujuan domestik yang harus mengalami penundaan karena kabut asap," ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, keberangkatan seluruh penerbangan terdampak mundur sekitar satu hingga dua jam. Setelah kabut mulai menipis dan jarak pandang membaik, seluruh pesawat akhirnya dapat diberangkatkan menuju bandara tujuan masing-masing.
"Keenam penerbangan sudah lepas landas setelah kabut asap mereda dan telah tiba di bandara tujuan masing-masing," kata Stephanus.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang mengantisipasi potensi gangguan penerbangan selama kabut asap masih berpotensi terjadi. Penumpang juga diminta datang lebih awal ke bandara, minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, serta menjaga kesehatan dengan mengenakan masker dan rutin mencuci tangan.
Kabut asap yang kembali menyelimuti Banjarbaru menjadi sinyal meningkatnya dampak karhutla di Kalimantan Selatan. Selain mengganggu aktivitas masyarakat di darat, kondisi ini kini mulai memengaruhi sektor transportasi udara sehingga berpotensi memicu keterlambatan penerbangan apabila kualitas udara dan jarak pandang kembali memburuk.**
