BREAKINGNEWS

Karhutla Mengganas, Kotawaringin Timur Bersiap Naikkan Status ke Tanggap Darurat

Karhutla Mengganas, Kotawaringin Timur Bersiap Naikkan Status ke Tanggap Darurat
Kabut asap Karhutla di Kota Banjar Baru.

Kotawaringin Timur, MI– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendorong pemerintah daerah mengkaji peningkatan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Langkah ini dipertimbangkan setelah jumlah titik api dan luas lahan yang terbakar terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menyatakan kondisi di lapangan telah memenuhi indikator untuk penetapan status tanggap darurat. Menurutnya, kebakaran kini tidak lagi terjadi secara terpisah, melainkan menyebar di sejumlah wilayah sehingga membutuhkan penanganan yang lebih terkoordinasi.

"Kalau menurut perhitungan saya, kondisinya sebenarnya sudah memenuhi syarat penetapan status tanggap darurat," ujar Multazam, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, dalam satu hari tim gabungan bahkan harus membagi personel untuk menangani lima hingga enam titik kebakaran yang muncul secara bersamaan di lebih dari tiga kecamatan. Situasi tersebut dinilai menunjukkan eskalasi ancaman karhutla yang semakin serius.

Meski demikian, Multazam menegaskan keputusan menaikkan status kebencanaan tidak dapat ditetapkan oleh BPBD sendiri. Penetapan harus melalui pembahasan bersama lintas instansi dengan mempertimbangkan seluruh indikator yang berlaku.

"Kami hanya menyampaikan data di lapangan. Seluruh indikator dan masukan dari instansi terkait akan menjadi bahan pertimbangan sebelum diputuskan," lanjutnya.

Apabila status resmi dinaikkan menjadi tanggap darurat, seluruh operasi penanggulangan karhutla akan berada di bawah komando pimpinan daerah. Skema tersebut diharapkan mampu mempercepat koordinasi antarinstansi, termasuk BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan para relawan dalam memadamkan api.

Sembari menunggu hasil evaluasi pemerintah daerah, petugas gabungan terus dikerahkan untuk menekan penyebaran kebakaran agar tidak semakin meluas.

"Kami terus berusaha menjaga agar kebakaran tidak berkembang lebih besar meskipun kondisi di lapangan masih naik turun," terangnya.

BPBD menyebut perkembangan kondisi dalam satu hingga dua pekan ke depan akan menjadi penentu apakah status tanggap darurat benar-benar diberlakukan. Jika tren kebakaran terus meningkat, pemerintah diperkirakan akan segera mengambil langkah tersebut.

"Dari sisi kesiapan tidak ada persoalan. Personel dan peralatan sudah siap, tinggal menunggu hasil penyajian data serta pembahasan bersama sebagai dasar pengambilan keputusan," tandasnya.

Berdasarkan data BPBD Kotawaringin Timur hingga 21 Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai 176,16 hektare dengan 452 titik panas (hotspot) dan 87 kejadian karhutla. Dari jumlah tersebut, 77 kejadian berhasil dikendalikan tim gabungan. Wilayah terdampak paling luas berada di kawasan tengah dengan 98,37 hektare, disusul wilayah selatan 76,33 hektare, serta wilayah utara 1,45 hektare.

Lonjakan jumlah titik api tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah penanganan sebelum dampak karhutla semakin meluas, termasuk munculnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Karhutla Mengganas, Kotawaringin Timur Bersiap Naikkan Status ke Tanggap Darurat | Monitor Indonesia