Kotawaringin Barat, MI– Pemadaman listrik bergilir yang kembali melanda Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, tidak hanya membuat wilayah gelap selama berjam-jam, tetapi juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi.
Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi, transaksi digital, hingga mata pencaharian warga yang bergantung pada internet.
Pemadaman yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sore hingga malam berlangsung sekitar lima hingga enam jam di sejumlah kawasan. Gangguan tersebut memicu kekhawatiran warga karena pada Minggu (26/7/2026) masih dijadwalkan pemadaman bergilir di beberapa wilayah.
Yusro, warga Jalan Bhayangkara, mengaku keluarganya harus menghadapi malam yang sulit karena listrik padam saat cuaca panas, sementara di rumah terdapat bayi yang membutuhkan kenyamanan.
"Mau bagaimana lagi, hanya bisa pasrah. Padahal ada anak bayi di rumah yang kepanasan. Tadi malam padamnya cukup lama, sekitar lima sampai enam jam. Sekarang kami juga waswas karena ada jadwal padam lagi," ujarnya.
Dampak lain yang paling dirasakan masyarakat adalah lumpuhnya jaringan telepon dan internet setelah daya cadangan menara BTS habis. Akibatnya, layanan komunikasi terputus dan aktivitas ekonomi berbasis digital ikut terganggu.
Seorang pengemudi ojek online, Muclish, mengaku kehilangan penghasilan karena aplikasi tidak dapat digunakan selama jaringan internet terputus.
"Saya tidak bisa mendapatkan pelanggan sama sekali karena tidak ada jaringan. Begitu listrik padam, aplikasi langsung offline," katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Manajer PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Bun, Agung Darmawan, menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan akibat gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, khususnya di sisi pembangkitan, sehingga pasokan daya tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan.
"Skema pemadaman ini kami buat agar kondisi sistem tetap terjaga sehingga tidak terjadi dampak pemadaman yang lebih meluas," jelas Agung.
PLN memperkirakan setiap wilayah terdampak mengalami pemadaman sekitar enam jam. Namun, jadwal padam maupun penyalaan kembali dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem pembangkitan yang masih dalam proses pemulihan.**
