BREAKINGNEWS

Anak Krakatau Masih Erupsi, PVMBG Tegaskan Radius Bahaya 3 Kilometer

Anak Krakatau Masih Erupsi, PVMBG Tegaskan Radius Bahaya 3 Kilometer
Anak Karakatau Erupsi

Lampung, MI– Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu (8/7/2026) pagi. Meski masih berstatus Siaga (Level III), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan masyarakat hanya dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif, sementara kawasan wisata di sekitar Anyer, Cinangka, dan Carita dinyatakan tetap aman.

Erupsi terbaru terjadi pada pukul 07.11 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau mencapai 407 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam teramati mengarah ke barat laut dengan intensitas sedang hingga tebal.

Aktivitas letusan tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan berlangsung selama 31 detik.

Data PVMBG menunjukkan sepanjang periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali gempa letusan, dua kali gempa harmonik, satu gempa tektonik lokal, serta satu tremor menerus yang menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung.

Meski demikian, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau menegaskan potensi bahaya masih terbatas di sekitar kawah aktif.

"Masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah aktif," tegas petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, Pemerintah Kabupaten Serang bersama PVMBG memastikan destinasi wisata pantai di pesisir Banten tetap aman dikunjungi selama libur sekolah.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena lokasi wisata berada jauh di luar zona bahaya yang telah ditetapkan.

"Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan untuk tetap menikmati libur sekolah bersama keluarga di kawasan pesisir Serang," ujarnya.

Najib juga membantah video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan seolah-olah terjadi erupsi besar Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, hasil pengecekan langsung ke Pos Pengamatan PVMBG memastikan video tersebut merupakan informasi yang tidak benar atau hasil manipulasi.

Petugas PVMBG Deny Mardiono menjelaskan kawasan Pantai Anyer, Cinangka, hingga Carita berada sekitar 42 kilometer dari Gunung Anak Krakatau sehingga jauh di luar radius bahaya.

"Radius bahaya hanya tiga kilometer dari pusat erupsi. Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita berjarak sekitar 42 kilometer sehingga material vulkanik tidak akan mencapai kawasan wisata tersebut," jelas Deny.

Ia menambahkan, penyebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan CCTV, saat ini hanya terlihat kepulan asap putih dengan ketinggian sekitar lima hingga sepuluh meter.

PVMBG juga menegaskan akan terus memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam. Masyarakat diminta mengakses informasi resmi melalui aplikasi Magma Indonesia, situs PVMBG, maupun BPBD setempat, serta tidak mudah mempercayai informasi atau video hoaks yang beredar di media sosial.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Anak Krakatau Masih Erupsi, PVMBG Tegaskan Radius Bahaya 3 Kilometer | Monitor Indonesia