BREAKINGNEWS

Sekda Kota Tidore Bungkam Soal Ancaman Terhadap Nakes

Sekda Kota Tidore Bungkam Soal Ancaman Terhadap Nakes
Sekda Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo (Foto: Istimewa)

Sofifi, MI - Di tengah tingginya beban kerja Tenaga Kesehatan (Nakes) di lingkup Pemkot Tidore Kepulauan, yang setiap hari berjibaku melayani pasien, polemik baru justru mencuat dari internal pelayanan kesehatan.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Monitorindonesia.com dari berbagai sumber terpercaya, tenaga kesehatan diduga mendapat ancaman pemindahan tugas ke Desa Lifofa, Kecamatan Oba Selatan bagi pegawai yang bakal melakukan protes besaran pembayaran TPP di bulan Febuari yang baru saja diterima.

Keluhan sejumlah Nakes mulai bermunculan, disinyalir pembayaran TPP yang pilih kasih, terutama dari mereka yang menjalani piket malam. Setelah melayani pasien hingga subuh, kondisi kelelahan kerap membuat sebagian Nakes terlelap tertidur sehingga lupa melakukan absensi melalui sistem Smart Presensi.

Pembayaran TPP yang mereka terima dinilai tidak sesuai dengan besaran yang selama ini diterima di beberapa bulan sebelumnya. Jika sebelumnya mereka menerima TPP sekitar Rp2.100.000, namun pada pembayaran terbaru kali ini jumlah yang diterima hanya sekitar Rp1.600.000. 

Mirisnya lagi, terdapat sejumlah pegawai yang tidak melakukan absensi kehadiran karena beban kerja yang tinggi, baik secara manual maupun melalui aplikasi Smart Presensi, namun hanya mengalami pengurangan TPP sebesar Rp300.000 dengan total pembayaran yang diterima sebesar Rp1.900.000. 

Sementara itu, sebagian tenaga kesehatan yang melakukan absensi manual secara penuh serta tercatat hadir sebanyak 15 kali dalam aplikasi Smart Presensi justru mengalami pemotongan TPP yang lebih besar dibandingkan dengan pegawai yang tidak melakukan absensi sama sekali.

Sekda Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo memilih tutup mulut dan tutup mata saat dimintai tanggapannya terkait dugaan ancaman pemindahan tugas bagi para Nakes yang melakukan protes terkait dengan besaran TPP. Upaya konfirmasi dilakukan Monitorindonesia.com melalui pesan Watshaap pada Jumat (3/4) tak membuahkan hasil.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim saat dikonfirmasi melalui pesan Watshaap pada Jumat (3/4) menegaskan setahunya tidak ada ancaman dari pihak Pemkot Tidore untuk mengancam sejumlah Nakes yang mau melakukan protes terkait dengan TPP.

"Setahu saya tidak ada ancam mengancam," ungkap Saiful Ismail, membantah adanya tudingan terhadap ancaman untuk pindahkan petugas Nakes dari tempat tugas yang lama ke tempat tugas yang baru.

Transparansi dan keterbukaan dinilai menjadi kunci untuk meredam keresahan di kalangan pegawai. Jika persoalan ini tidak segera dijelaskan secara terbuka, bukan tidak mungkin polemik tersebut akan semakin meluas dan memicu ketidakpercayaan di kalangan pegawai terhadap sistem pengelolaan kesejahteraan ASN di sektor kesehatan.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Sekda Kota Tidore Bungkam Soal Ancaman Terhadap Nakes | Monitor Indonesia