Meski Ada Imbauan Pemerintah, Biro Umrah di Blora Tetap Berangkatkan 33 Jemaah

Jakarta, MI - Di tengah imbauan penundaan keberangkatan umrah akibat memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah, biro jasa umrah dan haji plus Musahefis di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tetap akan memberangkatkan 33 jemaah ke Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, pada Selasa (2/3/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah pihak biro menilai arahan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Haji (Kemenhaj), belum memberikan kejelasan terkait penundaan.
Sebelumnya, Kemenhaj mengimbau seluruh biro perjalanan umrah agar menunda sementara keberangkatan jemaah. Imbauan itu dikeluarkan menyusul semakin memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah akibat eskalasi konflik perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Direktur Musahefis, Siswanto, menilai imbauan pemerintah soal penundaan keberangkatan umrah terkesan sepihak dan belum disertai dasar yang jelas. Menurutnya, keputusan untuk tetap berangkat diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama terkait hak-hak jamaah.
"Kami memutuskan tetap berangkat karena imbauan pemerintah terkesan tidak jelas. Di sisi lain, jika kami mengikuti penundaan, kerugian yang dialami jamaah sangat besar," tutur Siswanto, Senin (2/3/2026).
Siswanto menambahkan, sebagian besar komponen biaya perjalanan umrah, seperti hotel dan akomodasi di Arab Saudi, bersifat tidak dapat dikembalikan (non-refundable) jika terjadi pembatalan sepihak.
"Hanya tiket pesawat yang bisa dikembalikan. Sisanya akan hangus. Tentu jamaah tidak mau menanggung kerugian sebesar itu," ucapnya.
Jemaah juga tetap memilih berangkat ke Tanah Suci. Bahkan, demi memastikan keberangkatan tetap terlaksana, pihak agen dan para jemaah bersedia mengeluarkan biaya tambahan.
"Maskapai penerbangan sebelumnya membatalkan jadwal karena imbauan pemerintah tersebut. Akhirnya, kami terpaksa mencari maskapai lain yang berani terbang. Jamaah pun sepakat untuk menambah ongkos agar bisa tetap berangkat," ungkap Siswanto.
Hingga kini, biro perjalanan tersebut masih terus berkoordinasi guna memastikan rute penerbangan menuju Arab Saudi dalam kondisi aman.
Di sisi lain, otoritas terkait di tingkat pusat belum memberikan tanggapan terkait adanya biro yang tetap memberangkatkan jemaah meski telah ada imbauan penundaan.
Topik:
