BREAKINGNEWS

GMNI 72 Tahun: Meneguhkan Arah Gerak dan Komitmen Perjuangan Kerakyatan

GMNI 72 Tahun: Meneguhkan Arah Gerak dan Komitmen Perjuangan Kerakyatan
Ketua DPC GMNI Kendari 2023–2025, Rasmin Jaya (Foto: Istimewa)

Kendari, MI — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali arah perjuangan organisasi dalam membela kepentingan rakyat.

Di tengah tantangan zaman dan kompleksitas persoalan bangsa, GMNI diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskursus, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial yang nyata.

Ketua DPC GMNI Kendari 2023–2025, Rasmin Jaya, menegaskan bahwa usia ke-72 GMNI bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan refleksi panjang atas sejarah perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi kader dalam memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan.

“Momentum ini menjadi titik refleksi sekaligus peneguhan arah gerakan GMNI ke depan. Kita tidak boleh kehilangan ruh perjuangan yang berakar pada nasionalisme dan Marhaenisme,” ujar Rasmin, Senin (30/3/2025).

Ia menjelaskan, keberagaman latar belakang kader GMNI di seluruh Indonesia sejatinya dipersatukan oleh semangat yang sama, yakni memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam konteks ini, tema yang diangkat pada peringatan HUT ke-72 GMNI dinilai sangat strategis karena menyentuh aspek fundamental kehidupan berbangsa, yakni ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945.

Menurut Rasmin, realitas saat ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Kekayaan alam yang seharusnya menjadi milik rakyat, justru lebih banyak dikuasai oleh segelintir pihak.

“Tanah, air, dan seluruh kekayaan alam sejatinya milik rakyat. Namun yang terjadi hari ini, penguasaan hanya berputar pada kelompok tertentu. Ini yang harus kita luruskan bersama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi di Sulawesi Tenggara yang kaya akan potensi sumber daya alam seperti nikel, aspal, sektor maritim, hingga pariwisata. Ironisnya, masyarakat lokal kerap kali hanya menjadi penonton di tengah derasnya eksploitasi sumber daya tersebut.

“Kita prihatin. Daerah kita kaya, tapi rakyatnya belum sepenuhnya merasakan manfaat. Jangan sampai kekayaan ini hanya menjadi alat kepentingan oligarki,” katanya.

Rasmin mengungkapkan, dalam momentum Kongres Nasional GMNI di Bandung, pihaknya turut membawa berbagai isu strategis dari daerah, khususnya terkait tata kelola SDA yang dinilai belum berpihak pada masyarakat.

“Kongres adalah ruang penting untuk menyuarakan persoalan daerah agar menjadi perhatian nasional. Kita ingin ada perubahan nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus kembali pada jati dirinya sebagai kekuatan moral dan agen perubahan.

GMNI, kata dia, harus hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan keadilan, dan memastikan pembangunan berjalan secara merata.

Dalam konteks ideologis, Rasmin menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pasal 33 UUD 1945, di antaranya perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, cabang produksi penting dikuasai negara, serta pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Semangat gotong royong harus menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi nasional yang berkeadilan sosial dan berdaulat,” jelasnya.

Ia optimistis, jika potensi sumber daya alam dikelola secara tepat dan berorientasi pada kepentingan rakyat, maka hal tersebut dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus menopang perekonomian nasional.

Sebagai kader GMNI, Rasmin menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan tersebut agar tidak menyimpang dari cita-cita awal organisasi.

“GMNI harus tetap berdiri di garis perjuangan rakyat. Kita tidak boleh lelah mengawal keadilan sosial dan memastikan bahwa kekayaan bangsa benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-72 GMNI ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai.

Di tengah berbagai tantangan, GMNI dituntut untuk terus hadir sebagai kekuatan ideologis sekaligus praksis dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru