Retak di Tubuh PKB Bekasi! Ketua–Sekretaris Lakum HAM Mundur Serentak, Singgung Minim Dukungan

Bekasi, MI — Retakan internal mulai terbuka di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi. Dua pengurus inti Lembaga Hukum dan HAM (Lakum HAM) DPC PKB setempat kompak angkat kaki dari jabatannya pada Rabu (1/4/2026).
Mereka adalah Ketua Lakum HAM Sigit dan Sekretaris Lakum HAM Julius Chandra. Pengunduran diri keduanya bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal kuat adanya persoalan serius di internal organisasi. Surat pengunduran diri telah resmi dilayangkan dan diterima oleh DPC PKB Kota Bekasi.
Julius Chandra secara terbuka mengakui keputusan tersebut diambil setelah mencermati dinamika internal yang dinilai tak lagi sejalan.
“Pada hari ini saya selaku Sekretaris Lakum HAM DPC PKB Kota Bekasi bersama Ketua Lakum HAM telah melayangkan surat pengunduran diri kepada DPC PKB Kota Bekasi,” tegas Julius dalam konferensi pers di kawasan Kayuringin.
Ia memastikan, surat tersebut telah diterima secara administratif oleh pihak partai, menandai berakhirnya peran mereka dalam struktur Lakum HAM.
Lebih jauh, Julius mengungkap adanya ketidakseiramaan visi antara pengurus Lakum HAM dengan arah kebijakan partai di tingkat daerah. Tak hanya itu, ia juga menyinggung lemahnya dukungan terhadap lembaga yang seharusnya menjadi garda depan advokasi hukum dan HAM tersebut.
“Kurangnya dukungan, baik secara moril maupun materil, menjadi salah satu pertimbangan kami,” ungkapnya, memberi isyarat adanya persoalan yang lebih dalam dari sekadar perbedaan pandangan.
Meski mundur, Julius tetap menyampaikan harapan agar PKB Kota Bekasi mampu berbenah. Ia menekankan pentingnya komunikasi internal yang sehat serta kedewasaan dalam berorganisasi agar konflik serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap ke depan PKB Kota Bekasi dapat berjalan lebih baik dengan menjaga marwah partai serta memperkuat kedewasaan dalam berorganisasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPC PKB Kota Bekasi masih memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait mundurnya dua pengurus penting tersebut—membuat tanda tanya publik kian membesar.
Topik:
