Pastikan RTLH Tepat Sasaran, Musrifah Alhadar Bekali Fasilitator Lapangan
.webp)
Sofifi, MI - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Maluku Utara melaksanakan pembekalan bagi puluhan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk mendukung program pembangunan RTLH tahun anggaran 2026, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pandopo Disperkim Malut, Sofifi, Rabu (1/4).
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Malut, Musyrifah Alhadar menjelaska pembekalan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para Tenaga Fasilitator Lapangan dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat program bantuan RTLH.
Menurutnya, TFL memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran, mulai dari proses pendampingan masyarakat penerima manfaat, melakukan verifikasi dan validasi data, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga pengawasan pelaksanaan pembangunan rumah.
Musyrifah menegaskan TFL merupakan ujung tombak keberhasilan program bantuan pembangunan RTLH di lapangan, karena itu profesionalisme, kerja sama serta komitmen dalam menjalankan tugas menjadi faktor utama dalam memastikan program berjalan dengan baik.
“TFL diharapkan dapat bekerja secara profesional, tepat sasaran, tanpa penyimpangan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan program RTLH tahun 2026 sebanyak 1.200 unit rumah yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Halmahera Tengah, total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp42,9 miliar.
Musyrifah menyampaikan data penerima bantuan RTLH berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun berdasarkan tingkat desil sesuai dengan kebutuhan masyarakat, prioritas penerima bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat pada desil satu hingga desil empat.
“Data penerima manfaat diambil dari DTSEN yang diprioritaskan bagi masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, yaitu desil satu sampai desil empat,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara jumlah RTLH terbanyak berada di empat kabupaten, yakni Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Halmahera Barat.
Sementara kabupaten/kota lainnya juga mendapatkan alokasi secara merata, ia menambahkan bahwa data tersebut masih dapat berubah setelah proses verifikasi di lapangan dilakukan oleh para Tenaga Fasilitator Lapangan.
Adapun rincian program RTLH tahun 2026 meliputi pembangunan rumah baru sebanyak 150 unit, peningkatan atau rehabilitasi rumah sebanyak 715 unit serta pembangunan dapur sehat sebanyak 325 unit yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Malut.
Sementara untuk pembangunan rumah baru pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 juta per unit, sementara program peningkatan atau rehabilitasi rumah dialokasikan anggaran maksimal Rp35 juta per unit yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan, sedangkan pembangunan dapur sehat bagi masyarakat penerima manfaat dialokasikan anggaran sebesar Rp25 juta per unit.
Melalui program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di daerah Malut, keberadaan TFL diharapkan mampu memastikan setiap tahapan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima bantuan.
Topik:
