BREAKINGNEWS

Meriah! Festival Takbiran II Bangunjiwo Timur Padukan Syiar Islam dan Seni Budaya

Meriah! Festival Takbiran II Bangunjiwo Timur Padukan Syiar Islam dan Seni Budaya
Peserta nomor lima dalam Festival Takbiran ke-2 dari wilayah Kelurahan Bangunjiwo Timur, adalah peserta dari mesjid Al-Amin, Goren RT 02, Tirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Persatuan Remaja Goren (Perego) binaan Nuryanto. Jl Raya Kasongan, Bantul, Jumat malam (29/05-2026). (Foto: Dok MI/Gatot Eko Cahyono)

Bantul, MI - Semarak perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali terasa di wilayah Bangunjiwo Timur, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Festival Takbiran ke-2 yang digelar dua tahun sekali ini sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati kawasan Pertigaan Tugu Garuda, Jalan Raya Kasongan, Desa Goren, Jumat (29/5/2026) malam.

Mengusung tema "Kemenangan dalam Gema Takbir dan Harmoni Budaya", kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bangunjiwo Timur yang diketuai Danang. 

Desa Goren bertindak sebagai tuan rumah sekaligus lokasi utama panggung kehormatan dan area penampilan peserta di hadapan dewan juri.

Acara dihadiri Lurah Bangunjiwo Parja, jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bangunjiwo Timur, Babinsa, para dukuh, tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat.

Dalam sambutannya, Parja menyampaikan bahwa Festival Takbiran bukan hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Raya Idul Adha, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kita memperkuat semangat gotong royong, menjalin silaturahmi, menjaga ketertiban, menjunjung tinggi sportivitas, mempertebal keimanan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan warga Bangunjiwo," ujarnya.

Sebanyak 14 peserta dari berbagai wilayah Bangunjiwo Timur ambil bagian dalam festival tersebut.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga larut malam. Masing-masing peserta diberikan waktu tujuh menit untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat.

Berbagai konsep seni dan budaya ditampilkan secara atraktif. Mulai dari kisah kepemimpinan Sultan Agung, dakwah Sunan Kalijaga, hingga beragam tema bernuansa religi dan kebudayaan Jawa yang dikemas secara kreatif dan modern.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam melalui lantunan takbir yang menggema sepanjang malam, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan kecintaan mereka terhadap budaya bangsa.

Mayoritas peserta menampilkan pertunjukan kolosal yang memadukan tari tradisional, musik gamelan, serta sentuhan alat musik modern.

Seluruh pertunjukan ditampilkan melalui panggung berjalan yang dibangun di atas kendaraan truk dan dihias dengan berbagai ornamen artistik yang memukau.

Pantauan Monitorindonesia.com di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Ribuan warga memadati sepanjang jalur festival untuk menyaksikan setiap penampilan peserta hingga acara berakhir.

Keberadaan festival ini menjadi hiburan rakyat yang dinanti masyarakat. Di tengah minimnya agenda seni dan budaya di tingkat pedesaan, kegiatan semacam ini terbukti mampu menjadi sarana rekreasi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Lebih dari sekadar perlombaan takbiran, kegiatan ini menjadi simbol penting bahwa generasi muda dapat tumbuh sebagai pribadi yang religius tanpa meninggalkan kecintaan terhadap seni, budaya, dan tradisi leluhur. 

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat desa yang rukun, guyub, harmonis, dan penuh kebersamaan.

(Gatot Eko Cahyono)

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Meriah! Festival Takbiran II Bangunjiwo Timur Padukan... | Monitor Indonesia