Sofifi, MI - Tumpukan sampah yang diduga merupakan limbah medis ditemukan berserakan di area belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sofifi, Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Temuan ini memicu kekhawatiran karena lokasi pembuangan berada tidak jauh dari permukiman warga dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat serta mencemari lingkungan.
Berdasarkan pantauan Monitorindonesia.com, puluhan kantong plastik berwarna kuning terlihat menumpuk di lahan terbuka. Kantong-kantong tersebut bercampur dengan kardus dan berbagai jenis sampah lainnya yang berserakan di belakang rumah sakit RSUD Sofifi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola limbah di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Pasalnya, limbah medis merupakan kategori limbah yang harus ditangani secara khusus karena berpotensi mengandung bahan infeksius dan membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan.
Alih-alih berada dalam tempat penyimpanan yang aman sesuai prosedur, tumpukan limbah itu justru ditemukan di area terbuka yang dapat diakses dengan mudah. Lokasinya yang berdekatan dengan permukiman warga semakin memperbesar risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit apabila tidak segera ditangani.
Sementara Direktur RSUD Sofifi, dr. Sylvia Umaternate, memilih bungkam saat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan Monitorindonesia.com melalui pesan singkat dan sambungan telepon WhatsApp pada Sabtu (30/5/2026) tidak mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.
Sikap bungkam dan Ketiadaan penjelasan dari pihak rumah sakit semakin menambah tanda tanya mengenai asal-usul tumpukan limbah tersebut dan alasan limbah yang diduga berasal dari aktivitas pelayanan kesehatan itu dapat berada di area terbuka dekat permukiman warga.
Untuk itu pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap temuan tersebut. Selain memastikan jenis limbah yang dibuang, pihak berwenang juga diminta mengusut mekanisme pengelolaan limbah di RSUD Sofifi agar kejadian serupa tidak terulang.

