Rokan Hilir, MI– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam Riau. Dalam enam hari terakhir, sedikitnya 80 hektare lahan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dilalap api. Kondisi cuaca panas ekstrem, angin kencang, serta terbatasnya sumber air membuat upaya pemadaman berlangsung berat.
Petugas Manggala Agni terus berjibaku di lapangan untuk mencegah api meluas, terutama di wilayah lahan gambut yang hingga kini masih mengeluarkan asap tebal.
Titik kebakaran terluas berada di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 70 hektare dan didominasi kebun sawit yang ditumbuhi semak belukar.
Kepala Manggala Agni Daops Dumai, Chaerul Ginting, mengatakan proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan hingga hari keenam.
"Pemadaman dan pendinginan hari ke-6 di Rantau Bais luas estimasi 70 hektare. Vegetasi kebun sawit tertutup semak belukar," ujar Chaerul, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, angin yang bertiup cukup kencang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ketersediaan sumber air di lokasi masih membantu petugas dalam mengendalikan api.
Selain Rantau Bais, kebakaran juga terjadi di Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan. Sekitar 10 hektare lahan gambut terbakar dan hingga kini masih berpotensi meluas karena api menyebar di bawah permukaan tanah.
Di lokasi tersebut, petugas harus bekerja ekstra keras akibat minimnya sumber air dan kondisi angin yang terus mempercepat penyebaran api.
"Kendala di sini angin kencang dan sumber air terbatas. Sehingga tim melakukan penggalian secara manual agar air mencukupi dan dua tim turun dengan empat mesin," kata Chaerul.
Untuk menahan laju kebakaran, tim pemadam membangun sekat-sekat api di sejumlah titik rawan. Upaya itu dilakukan agar kobaran tidak merambat ke area yang lebih luas.
Berdasarkan pemantauan udara dan darat, area yang terbakar merupakan lahan yang sebelumnya telah dibuat kanal oleh pemiliknya sebagai batas kepemilikan. Sebagian lahan juga telah ditanami sawit, namun dalam kondisi tidak terawat dan dipenuhi semak belukar yang mudah terbakar saat musim kering.
"Kanal atau batas-batas yang terlihat merupakan batas tanah yang sudah dilakukan pemilik lahan sebelumnya. Tanaman sawit yang kurang terurus dan tertutup semak," jelas Chaerul.
Meningkatnya luas karhutla di Rohil menjadi peringatan serius memasuki musim kemarau tahun ini. Aparat dan tim gabungan kini terus berupaya memadamkan titik api sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru yang berpotensi memicu kabut asap di wilayah Riau dan sekitarnya.**

