BREAKINGNEWS

Pegawai Dapur MBG Tewas Dibacok Saat Pulang Kerja, Hanya karena Membunyikan Klakson

Pegawai Dapur MBG Tewas Dibacok Saat Pulang Kerja, Hanya karena Membunyikan Klakson
Pegawai Dapur MBG Tewas Dibacok Saat Pulang Kerja, Hanya karena Membunyikan Klakson

Bogor, MI– Aksi brutal tawuran antargeng di Kota Bogor kembali memakan korban jiwa. Seorang pegawai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial MHF (21) tewas setelah menjadi sasaran pembacokan sekelompok pelaku tawuran saat melintas di kawasan Tanahsareal, Kota Bogor.

Ironisnya, korban diduga dibunuh hanya karena membunyikan klakson motornya ketika hendak melewati lokasi tawuran pada Minggu (14/6/2026) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Tanahsareal, Iptu Roy Siagian, mengatakan korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang bersama adiknya menuju kawasan Kebon Pedes. Saat melintas, korban mendapati jalan terhalang oleh kelompok yang sedang terlibat tawuran.

"Korban sedang pulang bersama adiknya menggunakan sepeda motor. Karena ada kerumunan tawuran di jalan, korban membunyikan klakson. Pelaku diduga mengira korban berasal dari kelompok lawan, sehingga langsung menyerang dan membacok korban," ujar Roy, Senin (15/6/2026).

Tanpa sempat memberikan penjelasan, korban langsung menjadi sasaran amukan para pelaku. Serangan dilakukan secara brutal menggunakan senjata tajam.

Akibatnya, MHF mengalami luka bacok serius di sejumlah bagian tubuh. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan ada sedikitnya enam luka bacokan di bagian punggung, tangan, bahu, dan kepala. Korban mengalami luka yang sangat serius," kata Roy.

Kematian MHF menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Korban yang bekerja sebagai pegawai dapur MBG di Cikarang, Bekasi, sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok tawuran yang terlibat bentrokan malam itu.

Berdasarkan penyelidikan sementara, korban diduga menjadi korban salah sasaran. Pelaku menganggap bunyi klakson yang dilakukan korban sebagai bentuk provokasi atau bagian dari kelompok lawan yang sedang bertikai.

Akibat salah persepsi tersebut, korban yang hanya ingin pulang ke rumah justru kehilangan nyawanya di tangan pelaku tawuran.

Peristiwa berdarah itu terjadi saat dua kelompok geng dari wilayah Yasmin, Cimanggu, dan Tanahsareal terlibat bentrokan di jalanan. Situasi yang semula merupakan konflik antarkelompok berubah menjadi tragedi kemanusiaan ketika warga yang tidak terkait ikut menjadi korban.

Polisi telah bergerak cepat mengusut kasus tersebut dan sebelumnya berhasil mengamankan tiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tawuran maut tersebut.

Penyidik masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap seluruh pelaku yang terlibat serta memastikan peran masing-masing dalam pembunuhan terhadap MHF.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras atas maraknya aksi tawuran jalanan yang semakin brutal dan tidak lagi hanya mengancam pelaku yang terlibat, tetapi juga warga biasa yang kebetulan berada di lokasi kejadian.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru