BREAKINGNEWS

Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Hampir 6.000 Warga Terdampak dan Ribuan Rumah Rusak

Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Hampir 6.000 Warga Terdampak dan Ribuan Rumah Rusak
Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Hampir 6.000 Warga Terdampak dan Ribuan Rumah Rusak

Jakarta, MI– Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 5.784 warga terdampak, sementara ribuan rumah mengalami kerusakan dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hingga Rabu (17/6/2026) pukul 06.00 WIB, jumlah warga terdampak mencapai 1.834 kepala keluarga (KK) atau 5.784 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa.

“Data terbaru menunjukkan gempa telah berdampak pada 1.834 KK atau 5.784 jiwa. Tim gabungan masih terus melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Dari total korban terdampak, sebanyak 1.813 KK atau 5.744 jiwa berada di kabupaten tersebut. Selain itu, tercatat 71 warga mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu korban meninggal dunia.

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan. BNPB mencatat lebih dari seribu rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 1.074 unit rumah mengalami rusak ringan, 110 unit rusak sedang, dan 30 unit lainnya rusak berat.

“Hingga kini, pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” kata Abdul.

Sementara itu, dampak gempa juga dirasakan di sejumlah daerah lain. Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu korban luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa turut terdampak bencana tersebut.

Pemerintah daerah bersama BNPB kini mempercepat langkah penanganan darurat. Pos Komando Penanganan Darurat akan diaktifkan di Desa Maku dengan memanfaatkan Kantor Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi sebagai pusat koordinasi. Distribusi bantuan logistik juga terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Di tengah proses pemulihan, pemerintah pusat telah meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memaksimalkan penanganan korban dan mempercepat distribusi bantuan. Fokus utama saat ini adalah menjamin keselamatan warga, mempercepat pemulihan layanan dasar, serta memastikan kebutuhan para penyintas gempa dapat terpenuhi secara optimal.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Hampir 6.000 Warga Terdampak da | Monitor Indonesia