BREAKINGNEWS

Ratusan Calon Pengantin Jadi Korban WO, Uang Disetor Lunas Raib

Ratusan Calon Pengantin Jadi Korban WO, Uang Disetor Lunas Raib
Para korban saat melapor ke Polisi

Bandung, MI– Dugaan penipuan berkedok jasa wedding organizer (WO) mengguncang Kabupaten Bandung. Ratusan calon pengantin dan sejumlah vendor dilaporkan menjadi korban setelah penyedia jasa pernikahan berinisial SCR diduga membawa kabur dana pelanggan yang telah melunasi biaya acara.

Kasus ini kini tengah diselidiki Polda Jawa Barat setelah sejumlah korban melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang menyebabkan kerugian besar menjelang hari pernikahan mereka.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan laporan yang diterima polisi mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh SCR terhadap banyak korban.

"Telah terjadi dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan SCR terhadap korban Sunsun Nugraha Tasdik dan korban lainnya," ujar Hendra, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para korban sebelumnya memesan paket pernikahan kepada SCR dan diminta membayar uang muka (DP) hingga pelunasan secara bertahap melalui transfer ke rekening milik terlapor.

Namun setelah seluruh pembayaran diterima, SCR diduga tidak menyalurkan dana tersebut kepada vendor-vendor yang seharusnya menyediakan berbagai kebutuhan pesta pernikahan, mulai dari dekorasi, katering, dokumentasi hingga perlengkapan acara lainnya.

Akibatnya, sejumlah vendor menolak memberikan layanan karena tidak menerima pembayaran sesuai kesepakatan. Situasi itu membuat banyak calon pengantin berada dalam kondisi terdesak menjelang hari bahagia mereka.

"Ketika pembayaran sudah dilunasi oleh para korban, terlapor tidak melakukan pembayaran kepada vendor sebagaimana yang telah dijanjikan," kata Hendra.

Tak ingin pernikahan gagal terlaksana, sejumlah korban akhirnya terpaksa mengeluarkan dana tambahan dari kantong pribadi untuk membayar vendor secara langsung agar acara tetap berjalan.

Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga tekanan psikologis bagi para calon pengantin dan keluarga yang telah mempersiapkan acara jauh hari sebelumnya.

Yang lebih mengejutkan, ketika para korban berusaha meminta pertanggungjawaban, SCR diketahui sudah tidak berada di kediamannya. Hingga kini keberadaannya masih misterius dan dalam pencarian aparat kepolisian.

"Saat para korban mendatangi rumah terlapor, diketahui yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat dan keberadaannya belum diketahui," ungkap Hendra.

Penyidik saat ini terus mengumpulkan keterangan para korban dan vendor untuk menghitung total kerugian serta menelusuri aliran dana yang diduga digunakan oleh pelaku.

Dalam kasus ini, SCR terancam dijerat dengan pasal penipuan dan/atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Ratusan Calon Pengantin Jadi Korban WO, Uang Disetor Lunas R | Monitor Indonesia