Serang, MI– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten, Ida Rosida Lutfi, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) setelah lulus dengan predikat Cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80.
Pencapaian tersebut diraih Ida setelah sukses mempertahankan disertasi berjudul “Kepemimpinan Pemerintahan: Studi Kepemimpinan Gender dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Serang Provinsi Banten” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor IPDN di Jakarta.
Keberhasilan itu menempatkan Ida sebagai lulusan Doktor Ilmu Pemerintahan ke-386 yang dihasilkan IPDN. Di tengah kesibukannya sebagai legislator dan pimpinan fraksi di DPRD Banten, Ida mampu menyelesaikan pendidikan doktoral dengan hasil akademik yang membanggakan.
Dalam keterangannya, Ida menegaskan bahwa gelar doktor bukanlah garis akhir perjalanan intelektualnya. Baginya, belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
“Belajar tidak mengenal usia dan tidak memiliki batas. Semakin banyak belajar, semakin kita menyadari bahwa masih banyak hal yang harus dipahami,” ujarnya.
Politisi PDIP itu menilai pendidikan merupakan investasi penting untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kontribusi kepada masyarakat. Karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan pengetahuan melalui berbagai jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal.
“Meskipun sudah menyelesaikan pendidikan doktoral, saya akan terus belajar. Ilmu pengetahuan harus terus diperbarui agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ribka Tjiptaning, Achsanul Qosasi, Ratu Tatu Chasanah, Tb Haerul Jaman, serta pimpinan DPRD dan pengurus PDI Perjuangan dari berbagai daerah di Banten.
Keberhasilan Ida dinilai menjadi contoh bahwa pengabdian di dunia politik tidak menghalangi seseorang untuk terus meningkatkan kualitas akademik. Di tengah tuntutan tugas sebagai wakil rakyat, ia mampu membuktikan bahwa pendidikan tinggi tetap dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan komitmen yang kuat.
Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, gelar doktor dengan predikat Cumlaude yang diraih Ida Rosida diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, aparatur pemerintahan, maupun para pejabat publik untuk terus menimba ilmu dan meningkatkan kompetensi demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.**

