Banda Aceh, MI– Tragedi ledakan yang mengguncang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 kembali memakan korban jiwa. Setelah berjuang menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius, seorang taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Fakhri Herdieco, dinyatakan meninggal dunia.
Taruna asal Binjai, Sumatera Utara itu mengembuskan napas terakhir pada Sabtu malam (20/6/2026) sekitar pukul 22.55 WIB di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Kabar duka tersebut disampaikan oleh civitas akademika Poltekpel Malahayati melalui media sosial resmi kampus.
Kepergian Fakhri menambah daftar korban dalam insiden ledakan yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Fakhri. Perusahaan menegaskan sejak awal insiden fokus utama diarahkan pada penanganan korban dan pendampingan keluarga yang terdampak.
"ASDP menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fakhri, salah satu korban terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2," ujar General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan.
ASDP juga memastikan terus mendukung proses penyelidikan yang dilakukan aparat berwenang guna mengungkap penyebab pasti ledakan. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat aspek keselamatan operasional kapal.
Insiden nahas itu terjadi setelah kapal tiba dari Sabang sekitar pukul 09.45 WIB. Saat seluruh penumpang dan kendaraan telah turun, sebanyak 16 taruna Poltekpel Malahayati diajak memasuki kapal untuk kegiatan pengenalan sistem permesinan oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo yang juga bertindak sebagai instruktur.
Sebanyak 14 taruna berada di ruang mesin, sementara dua lainnya berada di bagian atas kapal. Namun saat proses pembelajaran berlangsung, ledakan hebat tiba-tiba mengguncang ruang mesin sekitar pukul 11.13 WIB.
Berdasarkan informasi awal, sumber ledakan diduga berasal dari salah satu pompa di ruang mesin kapal. Akibat kejadian tersebut, 14 taruna dan seorang kepala kamar mesin mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda.
Hingga kini aparat kepolisian bersama otoritas pelabuhan masih mendalami penyebab pasti ledakan. **

