Pati, MI– Banjir rob kembali menerjang wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kali ini, jebolnya sejumlah tanggul laut memperparah kondisi hingga air pasang menggenangi permukiman warga, tambak produktif, dan akses jalan desa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun turun tangan untuk mempercepat penanganan darurat.
Bencana yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, mencapai puncaknya pada Sabtu (20/6/2026) sore ketika air laut meluap masuk ke daratan setelah struktur tanggul penahan rob mengalami kerusakan di sejumlah titik.
"Kenaikan permukaan air laut yang disertai runtuhnya struktur tanggul penahan rob menyebabkan genangan di kawasan permukiman warga dan area tambak di sekitarnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Hasil kaji cepat BNPB menunjukkan sedikitnya 127 kepala keluarga terdampak akibat banjir rob tersebut. Sebanyak 73 rumah warga terendam, sementara sekitar 85 hektare tambak produktif ikut tergenang air laut.
Tak hanya itu, akses jalan desa sepanjang sekitar 2,3 kilometer juga terendam sehingga sempat menghambat aktivitas masyarakat setempat.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pati langsung menyalurkan bantuan logistik darurat dan mengalokasikan dana stimulus sebesar Rp60 juta untuk penanganan awal kerusakan tanggul. Upaya darurat juga diperkuat dengan dukungan material geotekstil dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Petugas kini fokus memperbaiki bagian tanggul yang ambrol menggunakan karung berisi tanah atau sandbag, sekaligus memasang waring sebagai pembatas area tambak yang terdampak.
Meski genangan mulai berangsur surut dan belum ada warga yang mengungsi, pemerintah daerah tetap siaga menghadapi kemungkinan pasang susulan. Balai desa dan Poliklinik Desa (Polindes) telah disiapkan sebagai lokasi evakuasi sementara.
Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan seluruh langkah mitigasi telah dijalankan, termasuk kesiapan pos pengungsian dan logistik bagi warga.
"Mitigasi sudah berjalan. Pos pengungsian sudah siap berikut kebutuhan pangan warga. Namun sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengungkapkan banjir rob kali ini diperparah oleh jebolnya tanggul di empat lokasi berbeda, baik tanggul sungai maupun tanggul bibir pantai.
"Total panjang tanggul yang rusak mencapai sekitar 450 meter dan perbaikannya akan kami kebut," kata Urip.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah menjamin kebutuhan pangan dan layanan kesehatan bagi warga terdampak, sembari mempercepat pembangunan tanggul darurat guna menahan masuknya air laut.**
