Lampung Timur, MI – Dunia konservasi satwa Indonesia berduka. Indra, gajah jantan jinak berusia 42 tahun yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting upaya pelestarian Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, dilaporkan mati setelah sempat mengalami kondisi kritis.
Kematian Indra menjadi kehilangan besar bagi TNWK. Selama hidupnya, gajah tersebut dikenal aktif membantu berbagai kegiatan konservasi, termasuk penanganan konflik antara manusia dan gajah liar yang kerap terjadi di kawasan sekitar taman nasional.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengatakan Indra bukan sekadar satwa binaan, melainkan salah satu simbol perjalanan panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas.
"Indra telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kami," ujar Zaidi.
Peristiwa itu bermula pada Minggu (21/6/2026) sore saat Indra menjalani aktivitas mandi rutin di area rawa kawasan TNWK. Namun, ketika hendak kembali ke kandang, gajah tersebut tiba-tiba ambruk dan tidak mampu berdiri.
Tim mahout bersama petugas konservasi segera melakukan upaya penyelamatan. Sejumlah gajah jinak lainnya turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi di medan rawa yang sulit dijangkau.
"Indra sempat berhasil diposisikan duduk, tetapi tak lama kemudian kembali rebah karena kondisi tubuhnya yang sudah sangat lemah," kata Zaidi.
Tim dokter hewan kemudian memberikan penanganan darurat secara intensif di lokasi. Namun perjuangan selama lebih dari 20 jam tidak mampu menyelamatkan nyawa satwa tersebut.
Indra akhirnya dinyatakan mati pada Senin (22/6/2026) pukul 11.06 WIB.
Untuk memastikan penyebab kematian, Balai TNWK langsung melakukan nekropsi atau bedah bangkai yang dipimpin tim dokter hewan. Proses tersebut turut disaksikan aparat kepolisian, TNI, dan Polisi Kehutanan.
Sejumlah sampel organ telah diambil guna menjalani pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Setelah seluruh proses selesai, jenazah Indra dimakamkan di area khusus yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas.**
