BREAKINGNEWS

Guru Penggelap Tabungan Siswa Rp105 Juta Akhirnya Kembalikan Seluruh Uang

Guru Penggelap Tabungan Siswa Rp105 Juta Akhirnya Kembalikan Seluruh Uang
SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Lombok, MI – Guru berinisial LA yang diduga menggelapkan tabungan puluhan siswa SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, akhirnya mengembalikan seluruh uang senilai sekitar Rp105 juta. Pengembalian dilakukan sehari sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Kepala SDN 5 Babussalam, Muhazzab, mengatakan dana tabungan tersebut telah diserahkan kepada para wali murid pada Kamis (25/6/2026) sore.

"Sudah kemarin dikembalikan dan diterima orang tua siswa," ujar Muhazzab, Jumat (26/6/2026).

Proses pengembalian turut diawasi Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman NTB, Arya Wiguna, memastikan seluruh nominal yang dikembalikan telah sesuai dengan catatan tabungan masing-masing siswa.

"Kami lihat kemarin, memang sudah semua dikembalikan," kata Arya.

Meski uang telah dikembalikan, Ombudsman meminta para orang tua segera melapor apabila menemukan selisih atau persoalan lain terkait tabungan anak mereka.

"Kalau memang ada persoalan nanti kami imbau orang tua untuk melapor ke Ombudsman," ujarnya.

Arya menegaskan kasus ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan. Menurutnya, praktik serupa berpotensi terjadi di sekolah lain jika tidak dibarengi sistem pengawasan yang lebih ketat.

"Tentu kami akan pantau lagi, bisa saja terjadi di sekolah lain," tegasnya.

Ombudsman juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lombok Barat untuk mengevaluasi mekanisme pengelolaan tabungan siswa di sekolah. Evaluasi itu diharapkan menghasilkan kebijakan yang mampu mencegah penyalahgunaan dana tabungan siswa di masa mendatang.

Kasus ini mencuat setelah LA diduga menggunakan uang tabungan sekitar 30 siswa kelas 3 untuk kepentingan pribadi. Nilai tabungan yang diduga diselewengkan mencapai sekitar Rp105 juta.

Salah seorang wali murid, Rodi, sebelumnya mengaku kecewa lantaran tabungan anaknya sebesar Rp2,5 juta belum kunjung diterima, padahal dana tersebut telah dikumpulkan sedikit demi sedikit selama setahun dari hasil kerjanya sebagai buruh angkut gabah. Uang itu rencananya digunakan untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan keluarganya.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Guru Penggelap Tabungan Siswa Rp105 Juta Akhirnya Kembalikan | Monitor Indonesia