Kupang, MI– Dokter Icha, tenaga medis yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah diduga mengalami intimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh paman almarhumah, Victor Manbait, yang mengaku menerima informasi dari pihak keluarga di Kupang.
"Selamat malam rekan-rekan media, pukul 18.30 sore ini saya mendapat kabar dari Bapak Gabriel Pakaenoni dari Kupang, kalau dokter Icha telah berpulang ke rumah Bapa di Surga," ujar Victor.
Hingga kini, penyebab meninggalnya dokter Icha belum diumumkan secara resmi. Menurut Victor, pihak keluarga masih menunggu hasil penanganan medis sebelum menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik.
"Terima kasih atas atensi dan dukungan teman-teman semua, dalam bersama menjaga dan melindungi para medis di rumah sakit dalam menjalankan tugas kemanusiaannya," katanya.
Kasus yang menimpa dokter Icha sebelumnya menyita perhatian luas setelah muncul dugaan intimidasi terhadap dirinya saat menangani pasien di IGD RS Leona Kefamenanu.
Menurut pihak keluarga, dokter Icha telah menjalankan penanganan pasien sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit dan arahan dokter spesialis anak. Namun, situasi memanas ketika keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu yang dinilai belum direkomendasikan secara medis dan tidak tersedia di rumah sakit.
Victor menyebut dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi ruang perawatan dan menyampaikan protes dengan nada tinggi. Salah seorang di antaranya disebut sempat menunjuk wajah dokter Icha saat meminta penjelasan.
Peristiwa tersebut, menurut keluarga, membuat dokter Icha mengalami tekanan psikologis. Ia dikabarkan terus dihantui rasa takut hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan menjalani perawatan medis.
"Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap Victor.
Sementara itu, dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam laporan, yakni Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah tuduhan telah mengintimidasi dokter Icha.
Therensius menegaskan dirinya tidak pernah berniat melakukan intimidasi terhadap tenaga medis. Menurutnya, informasi yang beredar di masyarakat tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya.**
