Tangerang, MI– Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum berhasil dikendalikan. Memasuki hari-hari penanganan, kobaran api terus meluas sehingga mendorong Gubernur Banten Andra Soni turun langsung meninjau lokasi sekaligus menginstruksikan seluruh pengelola TPA di Banten meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Dalam kunjungannya pada Jumat (3/7/2026), Andra Soni mengikuti rapat koordinasi bersama Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan tim gabungan pemadam kebakaran guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan maksimal.
Menurut Andra, cuaca panas ekstrem yang berlangsung dalam waktu panjang menjadi pemicu utama kebakaran di kawasan penampungan sampah tersebut. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini merupakan salah satu yang terpanjang dan terpanas dalam tiga dekade terakhir.
"Kebakaran ini terjadi beberapa hari yang lalu. Tumpukan sampah ini dalam kondisi cuaca yang berdasarkan perkiraan BMKG, 30 tahun terakhir ini yang paling panas dan paling panjang panasnya," ujar Andra Soni.
Ia menjelaskan, embusan angin kencang mempercepat penyebaran api ke area lain sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
"Salah satunya menyebabkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin. Kemudian kebakaran ini menyebar karena faktor angin," katanya.
Selain fokus memadamkan api, pemerintah juga mengantisipasi potensi bahaya gas metana yang terbentuk di bawah timbunan sampah. Gas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran lanjutan maupun membahayakan keselamatan petugas jika tidak ditangani dengan prosedur yang tepat.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah membatasi akses masyarakat ke lokasi kebakaran dan memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
"Dari diskusi pihak terkait, untuk antisipasi ada pembatasan orang ke sana dan terkoordinasi. Karena pemerintah kabupaten dan kota turut turun membantu," jelas Andra.
Pemprov Banten juga melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman penanganan kebakaran di TPA Rawa Kucing yang pernah terjadi sebelumnya. Hasil evaluasi itu akan menjadi acuan dalam memperkuat sistem mitigasi kebakaran di seluruh tempat pemrosesan akhir di wilayah Banten.
Andra menegaskan seluruh pengelola TPA harus memiliki kesiapan menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau, termasuk menyediakan sarana pemadaman dan cadangan air yang memadai.
"Nanti setiap TPA di Provinsi Banten harus memiliki alat pemadam dan sumber atau tampungan air," tegasnya.**
