Lampung Timur, MI– Sebuah video yang memperlihatkan warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kabupaten Lampung Timur, membangun jalan secara swadaya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang warga menyatakan memilih mengalihkan uang yang seharusnya digunakan untuk membayar pajak demi membeli material pembangunan jalan yang telah lama rusak.
"Tahun ini saya enggak bayar pajak. Uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung. Nunggu dari pemerintah tidak kunjung dibangun, jadi kami bangun sendiri," ujar warga dalam video yang beredar.
Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai belum kunjung diperbaiki, meski kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama.
Menanggapi video yang viral itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan pemerintah daerah telah memantau kondisi jalan di wilayah tersebut. Menurutnya, ruas jalan yang berada di kawasan register itu memang ditangani secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan banyaknya ruas jalan lain yang juga membutuhkan perbaikan.
"Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani," kata Ela, Sabtu (4/7/2026).
Ela menjelaskan, pemerintah mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang memperbaiki jalan secara mandiri. Menurutnya, swadaya warga dilakukan pada titik-titik jalan yang belum masuk dalam tahap pembangunan pemerintah.
Ia menyebut terdapat sekitar satu kilometer ruas jalan yang diperbaiki masyarakat secara gotong royong agar tetap dapat dilalui sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.
Bupati juga mengakui ruas jalan yang menjadi sorotan dalam video kemungkinan belum termasuk dalam tahap pembangunan yang telah dilaksanakan. Meski demikian, aspirasi warga dipastikan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk penyusunan program pembangunan berikutnya.
"Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan. Aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat," ujarnya.**
