Pontianak, MI– PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar) dipicu gangguan teknis pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Perbaikan pembangkit diperkirakan memerlukan waktu sekitar tujuh hari sehingga pengaturan pasokan listrik masih diberlakukan untuk menjaga keandalan sistem.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan gangguan terjadi akibat kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar. Kerusakan tersebut menyebabkan kemampuan pasok daya sistem kelistrikan Kalbar menurun sehingga belum dapat beroperasi secara normal.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," ujar Mukhlis, Sabtu (4/7/2026).
Ia menegaskan, pemadaman bergilir bukan disebabkan kekurangan pasokan energi primer maupun batu bara. Menurutnya, stok bahan bakar untuk seluruh pembangkit listrik di Kalbar saat ini masih dalam kondisi aman.
Untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan, PLN mengoptimalkan seluruh pembangkit yang masih beroperasi serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra. Langkah tersebut dilakukan agar beban sistem tetap terjaga selama proses perbaikan berlangsung.
PLN juga menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan perbaikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Seluruh sumber daya telah dikerahkan agar pemulihan sistem dapat diselesaikan sesuai target.
"Kami berharap perbaikan dapat selesai sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal dalam waktu sekitar satu pekan," kata Mukhlis.
Sebelumnya, PLN kembali menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada Sabtu (4/7/2026). Setiap wilayah mengalami pemadaman dengan durasi sekitar enam jam, meski jadwal dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan.
Di wilayah ULP Pontianak Kota, pemadaman dijadwalkan berlangsung pukul 08.30 hingga 14.30 WIB. Sementara di wilayah ULP Sungai Kakap, pemadaman dibagi menjadi tiga sesi, yakni pukul 08.30–15.30 WIB, 15.30–21.30 WIB, dan 21.30–01.30 WIB yang mencakup sejumlah kawasan di Kecamatan Sungai Kakap dan sekitarnya.
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memastikan proses perbaikan terus dipercepat agar pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal secepatnya.**
