Tangerang, MI– Musibah kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus berdampak pada masyarakat.
Hingga hari keenam sejak kebakaran terjadi, sebanyak 210 warga terpaksa mengungsi, sementara 72 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pekat.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan jumlah pengungsi merupakan akumulasi sejak kebakaran pertama kali terjadi pada Selasa (30/6/2026) hingga Minggu (5/7/2026).
"Ada sejak hari pertama sampai dengan hari keenam, ada 210 yang sudah kita tempatkan di dua posko dan kesemuanya sampai saat ini sehat-sehat saja," ujar Maesyal saat meninjau lokasi kebakaran.
Selain pengungsian, dampak kesehatan mulai dirasakan warga sekitar. Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 72 orang terserang ISPA akibat menghirup asap dari kebakaran gunungan sampah.
Meski demikian, Maesyal memastikan seluruh pasien masih dapat ditangani oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.
"Sampai saat ini bisa ditangani oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Tidak ada yang dirujuk. Kami terus memantau kondisi warga," katanya.
Pemerintah daerah juga menempatkan tenaga kesehatan di setiap posko pengungsian guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau selama proses pemadaman berlangsung.
Sementara itu, kebakaran yang telah berlangsung selama enam hari belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kepulan asap masih terlihat muncul dari sejumlah titik di area tumpukan sampah.
Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif. Dua helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan water bombing dari udara, sementara puluhan petugas pemadam kebakaran berjibaku dari darat untuk mengendalikan sisa kobaran api.**
