Tangerang, MI– Teror penusukan secara acak yang meresahkan warga Tangerang akhirnya berhasil dihentikan. Polisi menangkap pria yang diduga menjadi pelaku serangkaian aksi penusukan terhadap warga di sejumlah lokasi di wilayah Tangerang setelah videonya viral di media sosial.
Rekaman yang beredar memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor tiba-tiba menyerang seorang pejalan kaki di kawasan Cibodas, Kota Tangerang. Dalam sejumlah unggahan lain disebutkan pelaku juga diduga melakukan aksi serupa di beberapa titik di kawasan Karawaci.
Lokasi yang disebut menjadi tempat kejadian antara lain Jalan Mataram Raya Perumnas 3, Jalan Rusa, Jalan Tampak Siring, Jalan Sawo, Jalan Singkarak, hingga Jalan Bawang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya serangkaian kasus penusukan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.
"Terkait kejadian tersebut, benar telah terjadi beberapa peristiwa penusukan pada periode Mei, Juni, dan Juli 2026 di wilayah Jatiuwung," kata Budi Hermanto.
Ia menjelaskan, penyelidikan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan Polsek Jatiuwung bersama Polres Metro Tangerang Kota untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi pelaku.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari memastikan pelaku kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.
"Sudah ditangkap, proses pemeriksaan," ujar Jauhari.
Polisi juga mengungkap bahwa sedikitnya terdapat dua lokasi kejadian yang kini menjadi fokus penyelidikan. Selain berada di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, satu lokasi lainnya berada di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan.
"Ada dua TKP, satu masuk Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota, satu lagi masuk Tangsel," jelasnya.
Meski pelaku telah ditangkap, penyidik masih mendalami jumlah pasti korban yang menjadi sasaran aksi penusukan tersebut. Berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk kabar mengenai korban meninggal dunia, masih dalam proses verifikasi oleh kepolisian.
"Kami cek dulu untuk korbannya," kata Jauhari.**
