Bekasi, MI– Fakta memilukan terungkap dalam kasus tewasnya balita berinisial QSH (4) yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya di Kabupaten Bekasi.
Ayah korban ternyata tidak mengetahui anaknya mengalami kekerasan dan selama ini mengira putranya hanya mengalami kecelakaan setelah diberi tahu bahwa korban terjatuh di kamar mandi.
Kepolisian mengungkap dugaan penganiayaan baru terbuka ketika balita tersebut dilarikan ke rumah sakit. Saat menjalani pemeriksaan medis, dokter menemukan kondisi tubuh korban dipenuhi luka lebam yang mengindikasikan adanya kekerasan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten AKBP Jerico Lavian Chandra mengatakan, informasi awal yang diterima keluarga menyebut korban terjatuh di kamar mandi. Namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi yang jauh berbeda.
"Ketahuannya itu saat anaknya tiba-tiba dibilang jatuh di kamar mandi. Kemudian dibawa ke rumah sakit, ternyata dilihat badannya sudah biru-biru," ujar Jerico, Kamis (16/7/2026).
Menurut Jerico, ayah korban tidak pernah menaruh curiga karena sehari-hari bekerja di luar rumah dan mempercayakan sepenuhnya pengasuhan anak kepada istrinya yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Dia kerja. Dia percaya dengan istrinya itu," kata Jerico.
Korban sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat yang dideritanya. Namun, nyawa balita berusia empat tahun itu tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa hari mendapatkan penanganan medis.
Kabar meninggalnya korban dibenarkan Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kabupaten AKP Aliyani.
"Iya betul," kata Aliyani saat dikonfirmasi mengenai meninggalnya korban.
Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten. Penyidik terus mendalami rangkaian dugaan kekerasan yang dialami korban, termasuk motif pelaku melakukan penganiayaan hingga menyebabkan balita tersebut kehilangan nyawanya.**
