Makassar, MI – Perselisihan saat mengantre BBM bersubsidi di SPBU Cokro, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, berujung aksi penikaman. Seorang sopir truk bernama Aswandi (30) menjadi korban setelah diduga menyerobot antrean solar, sementara pelaku, Hendra (31), kini telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 09.44 Wita. Berdasarkan keterangan petugas SPBU, pelaku yang sudah lebih dulu mengantre tersulut emosi ketika korban tiba-tiba masuk ke barisan pengisian BBM. Adu mulut pun diduga tak terhindarkan sebelum situasi berubah menjadi aksi kekerasan.
Petugas SPBU Cokro, Arjun, mengatakan pelaku sebenarnya masih berada dalam antrean dan belum mendapat giliran mengisi solar saat korban datang.
"Posisi pelaku ini masih antre, belum maju karena masih kena antrean. Tiba-tiba korban langsung masuk antrean, mungkin di situ terjadi adu mulut," ujar Arjun.
Menurutnya, tak seorang pun menyangka pertengkaran itu akan berujung penikaman. Pelaku sempat memeluk korban sebelum menghunus badik dan menyerangnya.
"Dia peluk itu orang, lalu langsung ditikam. Teman saya kira mereka hanya bercanda, ternyata saat memeluk dia sudah memegang badik," ungkapnya.
Polisi mengungkap pelaku sempat melancarkan dua kali serangan. Namun, hanya satu tikaman yang mengenai tubuh korban karena serangan kedua berhasil ditepis.
"Ada dua kali tikaman yang dilakukan pelaku, tetapi hanya satu yang mengenai badan korban. Tikaman yang satunya berhasil ditangkis," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail.
Usai melakukan penikaman, pelaku berusaha melarikan diri. Namun aksinya berhasil digagalkan warga yang langsung menahannya di lokasi sebelum diserahkan kepada polisi. Sementara korban segera dievakuasi petugas keamanan SPBU ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.
Arjun menyebut pelaku bahkan belum sempat mengisi BBM ketika mencoba kabur dari lokasi.
"Belum sempat mengisi solar, dia sudah mau kabur setelah melakukan penikaman, tapi langsung ditahan warga di sini," katanya.
Saat ini Hendra telah diamankan di Polsek Tamalanrea. Polisi masih mendalami kasus tersebut dan memastikan pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.**
