Medan, MI – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali memukul jaringan narkotika internasional dengan menangkap seorang kurir yang diduga menjadi bagian dari sindikat Malaysia-Medan.
Dalam operasi di Kota Medan, aparat menyita sebanyak 9.162 butir ekstasi beserta serbuk ekstasi seberat 68 gram yang siap diedarkan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Satgas NIC, Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, dan Bea Cukai Kanwil Sumatera Utara.
"Tim berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi jaringan Malaysia-Medan," ujar Eko Hadi Santoso, Sabtu (1/8/2026).
Tersangka yang ditangkap berinisial Muhammad Hadi alias Muham (31), warga Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia diamankan di kawasan Mall Manhattan Times Square, Medan, Kamis (30/7/2026), setelah petugas menerima informasi mengenai rencana transaksi narkotika.
Sekitar pukul 12.30 WIB, tim mencurigai gerak-gerik tersangka yang membawa tas ransel hitam. Setelah dibuntuti hingga pintu keluar mal, polisi langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan.
Di dalam tas tersebut, petugas menemukan dua bungkus plastik bening berukuran besar yang berisi 9.162 butir ekstasi serta 68 gram serbuk ekstasi. Polisi juga menyita dua telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan peredaran narkoba.
Dari hasil pemeriksaan awal, Muham mengaku mengenal seorang pria bernama Yuki sejak sekitar lima tahun lalu karena tinggal di kampung yang sama. Sehari sebelum penangkapan, Yuki disebut mendatangi rumahnya dan menawarkan pekerjaan untuk mengambil serta mengantarkan paket narkotika.
Pengakuan tersebut kini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk memburu pengendali jaringan yang diduga beroperasi lintas negara dari Malaysia menuju Medan.
Kasus ini menambah daftar pengungkapan sindikat narkoba internasional yang menjadikan Indonesia sebagai pasar sekaligus jalur distribusi. Bareskrim menegaskan pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk mengungkap pemasok, penerima barang, serta aktor utama di balik jaringan Malaysia-Medan tersebut.
Polri memastikan tidak akan berhenti pada penangkapan kurir semata, melainkan akan mengejar seluruh mata rantai sindikat guna memutus jalur peredaran narkotika lintas negara yang terus mengancam masyarakat.**
