Sleman, MI— Kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI berubah menjadi kepanikan. Tembok pagar SDN Minomartani 2, Ngaglik, Sleman, tiba-tiba roboh dan menimpa warga yang tengah beristirahat seusai mengikuti kegiatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) pagi di kawasan Perum Minomartani. Saat kejadian, sejumlah peserta jalan sehat RW 2 sedang duduk dan beristirahat di sekitar lokasi.
Tanpa diduga, tembok pembatas milik sekolah ambruk dan menghantam warga yang berada di dekatnya. Sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, warga saat itu baru selesai mengikuti jalan sehat dan senam.
"Peristiwa terjadi saat sejumlah warga sedang beristirahat dan duduk-duduk di sekitar lokasi setelah mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI," kata Argo.
Tembok yang roboh kemudian menimpa peserta yang masih berada di sekitar lokasi. Warga dan petugas langsung melakukan evakuasi terhadap para korban.
"Tembok kemudian roboh dan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut mengakibatkan 10 warga mengalami luka-luka," ujarnya.
Sepuluh korban terdiri atas tujuh perempuan dan tiga laki-laki. Mereka masing-masing berinisial AS, S (64), KM (70), ADS (34), SL (40), FN (30), BR (28), AN (31), L yang merupakan anak SL, serta LSAF (34).
Seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena terjadi ketika warga tengah mengikuti kegiatan masyarakat dalam rangka perayaan kemerdekaan. Kondisi bangunan yang berada di sekitar lokasi kegiatan publik pun kembali menjadi sorotan, terutama menyangkut aspek keselamatan peserta.
Polisi masih melakukan penanganan dan pendataan terkait peristiwa tersebut. Penyebab pasti robohnya tembok serta kondisi bangunan sebelum kejadian menjadi hal penting untuk ditelusuri lebih lanjut.**
